Program MBG Dongkrak Produksi Susu Boyolali hingga 4 Kali Lipat

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha susu sapi lokal di Boyolali. Salah satunya dialami oleh PT Susu Boyolali Andalan yang mencatat lonjakan produksi hingga empat kali lipat sejak program tersebut berjalan.

Pemilik PT Susu Boyolali Andalan, Dea, mengungkapkan bahwa sebelum adanya MBG, kapasitas produksi harian perusahaannya berada di kisaran 500 liter. Kini, angka tersebut meningkat tajam hingga mencapai 1.500–2.000 liter per hari.

“Kemarin-kemarin sebelum ada program MBG kurang lebih kapasitas produksi kami sekitar 500 liter per harinya. Alhamdulillah saat ini sudah naik sekitar 3-4 kali lipat, di angka 1.500-2.000 liter per harinya,” kata Dea dikutip, Kamis (16/4/2026).

Sejak berdiri, perusahaan tersebut telah memasok susu sapi pasteurisasi ke sejumlah instansi, seperti TNI, Polri, serta sekolah berasrama. Namun, sejak Januari 2025, mereka juga mulai menjadi pemasok untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jawa Tengah seiring implementasi program MBG.

“Sampai hari ini kami masih menjadi salah satu supplier penyetok untuk produk susu segarnya,” ucap dia.

Dea menyebutkan, potensi produksi susu sapi segar dari peternak lokal di Boyolali sebenarnya sangat besar, mencapai sekitar 100.000 liter per hari. Namun, kebutuhan dari dapur MBG saat ini baru menyerap sekitar 20.000 liter saja.

“Kurang lebih penyerapan untuk seluruh dapur MBG hanya membutuhkan sekitar 20.000 liter saja. Jadi sebetulnya potensi dari susu yang ada di Boyolali ini sangat mencukupi untuk Boyolali dan di luar Boyolali,” kata Dea.

Ia berharap lebih banyak dapur MBG dapat mengutamakan penggunaan susu lokal, sehingga mampu mengurangi potensi kekurangan pasokan sekaligus memberdayakan peternak daerah.

“Apabila para dapur-dapur ini mau fokus menggunakan susu lokal, salah satunya produk susu pasteurisasi, maka kelangkaan yang dialami para dapur ini jelas akan berkurang,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Dea menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program MBG. Ia berharap pemerintah terus melibatkan pelaku usaha dan UMKM lokal agar manfaat ekonomi dari program tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Harapan kami sebagai pelaku usaha UMKM lokal, dapat terus berlangsung program yang baik ini dengan terus dijaga bersama-sama baik dari pemangku negara maupun seluruh masyarakat agar seluruh niat baik ini dapat terus terlaksana. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami selaku pengusaha lokal dalam program yang diadakan oleh negara ini,” katanya.

Berita Lainnya

Kementerian ATR/BPN Perkuat Pengawasan HGU untuk Dukung Pencegahan Karhutla

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan dukungan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengawasan terhadap pemegang hak...

1 Tahun 3 Bulan MBG, Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja dan Jangkau...

Jakarta - Program Makan Bergizi (MBG) menunjukkan perkembangan yang pesat sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025. Memasuki usia 1 tahun 3 bulan, program ini...

Kementerian ATR/BPN Kebut Penyelesaian Berkas Pertanahan, Target 2025 Tuntas Nol Tunggakan

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mempercepat penyelesaian dokumen layanan pertanahan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dalam Rapat Pimpinan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS