Kementerian ATR/BPN Kebut Penyelesaian Berkas Pertanahan, Target 2025 Tuntas Nol Tunggakan

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mempercepat penyelesaian dokumen layanan pertanahan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) akhir kuartal I 2026, Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh berkas tahun 2025 hingga tidak menyisakan tunggakan.

“Selama satu kuartal terakhir, jumlah berkas berhasil ditekan hingga 22 ribu. Ini progres positif, tetapi target kita jelas berkas tahun 2025 harus zero,” ujar Nusron dalam rapat di Aula Prona, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Untuk merealisasikan target tersebut, ia meminta kantor wilayah BPN yang masih memiliki backlog segera menggelar rapat percepatan. Bahkan, ia menetapkan batas waktu penyelesaian yang ketat, yakni akhir Mei 2026 untuk berkas kuartal I 2025 dan akhir Juni 2026 untuk kuartal II 2025.

Tak hanya fokus pada percepatan, Nusron juga menekankan pentingnya pembenahan sistem agar penumpukan berkas tidak kembali terjadi di masa mendatang. Ia mendorong seluruh jajaran, mulai dari direktorat teknis hingga pusat data, menyusun langkah pencegahan berbasis teknologi serta penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP).

“Kita harus cleansing berkas secara sistematis. Setelah itu, pastikan ada mitigasi, baik melalui sistem IT maupun perbaikan SOP, agar penumpukan tidak terjadi lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang, I Ketut Gede Ary Sucaya, menyampaikan bahwa tren penyelesaian berkas menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga kini, lebih dari 12 ribu berkas telah berhasil diselesaikan, meskipun sempat terkendala libur panjang hari raya.

Ia menjelaskan, sejumlah hambatan yang masih dihadapi antara lain sengketa lahan, persoalan batas wilayah, serta dokumen permohonan yang belum lengkap.

Rapat tersebut diikuti oleh para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama, serta seluruh kepala kantor wilayah BPN dari berbagai provinsi, baik secara langsung maupun daring. Pemerintah optimistis, dengan strategi yang terintegrasi dan disiplin terhadap target, pelayanan pertanahan nasional dapat semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

Berita Lainnya

Dua WNA China Dibawa ke Kualanamu, Ada Apa?

Jakarta – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu tengah mendalami dugaan keterkaitan dua warga negara asing (WNA) asal China dengan sindikat penipuan daring...

Seskab Teddy Ungkap 3 Pesan Utama Prabowo di BRICS, Apa saja?

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan tiga pesan penting dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026. Ketiga pesan tersebut mencakup kemandirian nasional, penguatan...

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di KTT BRICS

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan perubahan sektor pangan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS