Di Hadapan Tokoh Bangsa, Prabowo Uraikan Konflik Iran hingga Gagasan Board of Peace

Jakarta – Presiden RI, Prabowo Subianto, mengundang sejumlah mantan presiden, mantan wakil presiden, serta tokoh nasional untuk membahas dinamika geopolitik global yang kian berkembang, termasuk situasi di Iran dan langkah antisipatif Indonesia menghadapi potensi dampaknya.

Pertemuan yang digelar di Istana Negara, Selasa malam (3/3), juga dihadiri para pimpinan partai politik. Di antaranya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Al Muzzammil Yusuf, serta Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Bahlil menyampaikan bahwa Presiden memaparkan perkembangan terkini situasi global serta strategi pemerintah dalam mengantisipasi potensi dampak konflik, terutama yang berkaitan dengan sektor energi dan stabilitas nasional.

“Bapak Presiden menjelaskan berbagai hal terkait perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika global, khususnya dalam konteks energi dan beberapa persoalan lain,” ujar Bahlil kepada awak media.

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan Indonesia tetap waspada dan siap menjaga kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global.

“Prinsipnya, kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan Bapak Presiden dan kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi situasi ini,” imbuhnya.

Senada, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyebutkan bahwa Presiden juga menyoroti kesiapan Indonesia menghadapi potensi krisis, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga pentingnya soliditas elite nasional.

“Intinya bagaimana kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang kesiagaan pangan, kesiagaan energi, dan dialog elite. InsyaAllah beliau sendiri akan menyampaikan sikap resmi kepada publik,” katanya.

Selain membahas konflik Iran, Muzzammil mengungkapkan bahwa Presiden turut menjelaskan perkembangan terkait gagasan Dewan Perdamaian atau Board of Peace sebagai salah satu pendekatan dalam upaya menciptakan perdamaian jangka panjang di Palestina.

“Dari penjelasan Pak Prabowo tentang Board of Peace itu adalah penjelasan yang mungkin telah Pak Prabowo sampaikan kepada MUI dan Ormas Islam,” tuturnya.

Forum diskusi bersama para tokoh bangsa tersebut menegaskan pentingnya persatuan dan soliditas nasional dalam merespons dinamika global yang memanas, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga stabilitas dan ketahanan nasional di berbagai sektor strategis.

Berita Lainnya

MK Tolak Gugatan Warga Palangkaraya soal Anggaran Penanggulangan Bencana Karhutla

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang diajukan empat warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah,...

Wamentan Alim Dorong Ekspor Pangan Diperkuat, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong peningkatan ekspor pangan nasional yang dibarengi perbaikan kualitas produksi, pengembangan hilirisasi, serta pembenahan tata...

Rahayu Saraswati Ingatkan Pengusaha, Teknologi Baru Jangan Sampai Pangkas Lapangan Kerja

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati S. Djojohadikusumo meminta para pelaku usaha mempertimbangkan dampak penerapan teknologi baru terhadap ketersediaan lapangan kerja....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS