Presiden Prabowo Berangkat ke AS, Fokus Perkuat Diplomasi dan Perdagangan Strategis

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama rombongan resmi lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (16/2/2026), untuk kunjungan kerja ke Washington D.C., Amerika Serikat.

Dalam lawatan ini, Presiden Prabowo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Di Washington, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membahas penguatan hubungan Indonesia–Amerika Serikat sekaligus memperluas kerja sama strategis di berbagai bidang.

Kunjungan ini juga menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menandatangani pakta perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) bersama AS, yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025. Selain itu, Presiden Prabowo akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace di Washington.

Sehari sebelumnya, Minggu (15/2), Presiden memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, untuk menyusun strategi menghadapi perundingan ekonomi dengan Amerika Serikat. Dua arahan utama yang disampaikan Presiden menjadi pedoman menteri dalam menyusun kebijakan:

  1. Menjamin manfaat maksimal bagi kepentingan nasional – setiap posisi Indonesia dalam perundingan ekonomi harus menguntungkan negara dan rakyat.
  2. Memperkuat industri nasional – kerja sama ekonomi yang dijalin tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mendorong penguatan fondasi industri domestik.

Presiden menekankan bahwa setiap kebijakan ekonomi harus cepat menghasilkan keuntungan konkret bagi Indonesia. Arahan ini menjadi dasar bagi para menteri merumuskan langkah strategis yang terukur, efektif, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Lawatan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankan diplomasi ekonomi yang berdaulat, strategis, dan berpihak pada kepentingan nasional.

Berita Lainnya

Deddy Sitorus Dorong Tindak Lanjut Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran

Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran...

Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Soliditas dan Sinergi

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi (pati) TNI dan Polri dalam kegiatan Taklimat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Pertemuan...

KSP Terima 13 Kelompok Buruh, Bahas Implementasi UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo menerima 13 perwakilan kelompok buruh di kantornya, Jakarta, Selasa (7/10/2026). Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS