Purbaya Anggap OTT KPK Jadi ‘Shock Terapi’, Rotasi Massal Pajak dan Bea Cukai Disiapkan!

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memandang penetapan tersangka terhadap sejumlah aparatur di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai titik balik untuk pembenahan internal. Ia bahkan menyebut perkara yang menyeret pejabat pajak dan bea cukai tersebut sebagai bentuk “shock terapi” bagi institusinya.

Pernyataan itu muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam dugaan tindak pidana korupsi.

“Bagus gak rompinya?. Itu syok terapi untuk pajak dan bea cukai,” katanya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Febuari 2026.

Sebagai respons atas kasus tersebut, Purbaya memastikan akan melakukan perombakan besar di jajaran DJP maupun Bea Cukai. Rotasi pegawai disebut menjadi langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola dan memperkuat integritas organisasi.

“Bea Cukai kan kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang. Pegawai pajak sore ini, berapa puluh pun saya akan putar,” tegasnya.

Walau mendukung proses hukum yang sedang berjalan, Purbaya menegaskan kementeriannya tetap memberikan pendampingan hukum kepada pegawai yang tersandung perkara. Namun, ia menekankan tidak akan mencampuri proses penegakan hukum.

“Saya akan dampingi hukumnya, supaya gak diabuse dan fair treatmen. tetapi saya enggak akan intervensi, dalam pengertian saya datang ke sana suruh hentikan prosesnya,”tegasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan suap restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin, yakni Mulyono selaku Kepala KPP, Dian Jaya Demega sebagai fiskus, serta Venasius Jenarus Genggor selaku Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti.

Ketiganya terjaring OTT di Banjarmasin pada Rabu, 4 Febuari 2026. Di hari yang sama, KPK juga melakukan operasi serupa di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu. Salah satu pejabat yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Sikap tegas Menteri Keuangan tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pembenahan birokrasi di sektor penerimaan negara akan terus didorong, terutama di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap integritas aparat pajak dan bea cukai.

Berita Lainnya

Temui Prabowo, AS Optimistis Perkuat Hubungan Strategis dengan Indonesia

Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan optimismenya untuk semakin memperkuat hubungan strategis dengan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perang AS untuk Urusan...

Warga Binaan Dibina Jadi Pribadi Tangguh dan Siap Berwirausaha

Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus mendorong perubahan pendekatan dalam sistem pemasyarakatan. Lembaga pemasyarakatan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menjalani hukuman,...

Persiapan Sidang Tahunan MPR Capai 90 Persen, Prabowo Siap Sampaikan RAPBN 2027

Jakarta - Persiapan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/8/2026) kini telah...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS