Praja IPDN Gencarkan Bersih-bersih Kantor Pemerintah Aceh, Pelayanan Publik Segera Berjalan

Aceh Tamiang — Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mulai membersihkan sejumlah kantor di pemerintahan daerah Aceh, khususnya di Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan untuk mempercepat aktivitas dan pelayanan publik pascabencana.

Lumpur yang menggenangi ruangan dibersihkan. Para praja tampak bahu-membahu menyerok lumpur yang menggenangi ruangan.

Alat-alat kantor seperti meja dan kursi disisihkan dulu untuk bisa leluasa membersihkan lumpur. Sejumlah peralatan kantor yang rusak dipilah.

“Di sini kami dari satuan praja madya dan praja muda IPDN kampus Jatinangor dan kampus daerah sedang melaksanakan pembersihan gedung Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kabupaten Aceh Taming,” kata Praja Madya IPDN, Yohanes D Busawer ditemui di lapangan, Minggu (4/1).

Praja asal Papua Barat Daya itu mengatakan para praja saling membantu dan bergotong-royong agar kantor bersih kembali dan dapat segera melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus saling bahu-membahu, gotong-royong untuk membantu pembersihan kantor pemerintahan yang ada di sini. Agar pegawai pemerintah di sini bisa mengakses kantor kembali. Kemudian pemerintahan di Aceh Tamiang dapat berjalan kembali dengan aman dan bersih,” kata Yohanes.

Sebanyak 1.138 praja IPDN dikirim ke Aceh Tamiang untuk membersihkan kantor-kantor pemerintahan yang terdampak banjir. Pemberangkatan ribuan praja itu dilakukan bertahap.

Kloter pertama diberangkatkan sebanyak 413 orang pada Sabtu (3/1). Selanjutnya, kloter kedua dan ketiga diberangkatkan pada Minggu (4/1) dan Senin (5/1).

Momen keberangkatan ini diunggah Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto lewat akun Instagram resminya @bimaaryasugiarto. Dalam video, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melepas keberangkatan para praja pada Sabtu. Ia sempat menyampaikan pidato di dalam pesawat sebelum lepas landas.

“Misi kemanusiaan kita menolong saudara-saudara kita,” ujar Tito di hadapan para taruna.

Bima Arya ikut serta dalam keberangkatan itu. Saat tiba di Aceh Tamiang, Bima memberikan pengarahan kepada praja yang bertugas dan mengingatkan bahwa mereka berada di medan perjuangan.

“Adik-adik praja, ini adalah medan perjuangan selama paling tidak satu bulan. Tugas kita di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas,” ucap dia.

Sebanyak 413 praja yang tiba lebih dulu kemudian diarahkan ke bangunan besar semi-terbuka, di dalamnya terdapat tandu-tandu lipat sebagai tempat tidur mereka. Para praja berjalan di atas lumpur, di antaranya ada yang membawa bendera merah putih dan menancapkannya di lokasi sekitar bangunan.

“Arahan Pak Mendagri Tito, praja akan bantu proses percepatan aktivivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana. Terima kasih Lion Air Group untuk kolaborasinya,” ujar Bima.

Berita Lainnya

Mendagri: Parade Tenun Belu Dorong Pelestarian Budaya dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai penyelenggaraan Exotic Tenun: Parade Tenun dan Fashion Show di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara...

Bappenas Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Riset dan Teknologi Bernilai Tinggi

Jakarta - Pemerintah terus mendorong transformasi industri kelapa sawit nasional melalui penguatan hilirisasi berbasis riset dan teknologi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah...

BPN Blora Gandeng APH Kawal Pembebasan Lahan Dua PSN, Cegah Praktik Mafia...

Jakarta - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan Pemerintah Kabupaten Blora untuk mengawal...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS