Tensi Selat Taiwan Memuncak: Kapal Induk Tercanggih China ‘Fujian’ Mulai Unjuk Gigi

Jakarta – Kawasan Asia Timur kembali berada dalam situasi waspada. Kapal induk terbaru sekaligus paling mutakhir milik China, Fujian, terpantau melintasi Selat Taiwan pada Selasa (16/12/2024).

Peristiwa ini menjadi sorotan dunia karena merupakan transit perdana Fujian di jalur perairan sensitif tersebut sejak resmi beroperasi bulan lalu.

Langkah provokatif ini langsung memicu respons cepat dari militer Taiwan yang bersiaga penuh memantau pergerakan armada raksasa tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengonfirmasi telah melakukan pengawasan melekat selama proses transit berlangsung. Pihak Taiwan bahkan merilis dokumentasi berupa foto hitam-putih yang memperlihatkan kondisi geladak Fujian yang tampak lengang tanpa pesawat tempur.

Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, memberikan keterangan kepada parlemen bahwa kapal tersebut diduga tidak sedang dalam misi tempur aktif. 

“Kapal kemungkinan besar sedang menuju Pulau Changxing di Shanghai, yang merupakan basis galangan kapal utama mereka,” katanya

Provokasi Udara di Hari yang Sama

Meski tidak ada aktivitas serangan dari kapal Fujian, ketegangan tetap dipicu oleh manuver udara Beijing. Di hari yang sama, militer Taiwan mendeteksi pergerakan masif dalam tajuk

“patroli kesiapan tempur gabungan, yang melibatkan 23 Pesawat Tempur. Termasuk jet J-10 yang lincah. Pembom H-6K: Pesawat strategis yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir. Armada Kapal Perang. Mengiringi operasi di sekitar pulau sejak pagi hari,” jelasnya.

Diketahui, Lompatan Teknologi Maritim Beijing Kapal induk Fujian bukanlah kapal biasa. Sebagai simbol kekuatan baru di bawah komando Presiden Xi Jinping, kapal ini membawa perubahan teknologi yang signifikan dibandingkan dua pendahulunya, Sistem Ketapel Elektromagnetik, Teknologi ini memungkinkan peluncuran jet tempur siluman dan pesawat peringatan dini dengan beban yang lebih berat.

Berbeda dari desain berbasis Rusia, Fujian menggunakan geladak datar yang meningkatkan efisiensi tempur di laut lepas.

Konflik Kedaulatan yang Tak Kunjung Padam. 

Kehadiran Fujian di Selat Taiwan mempertegas klaim Beijing atas wilayah tersebut sebagai kedaulatan mutlak mereka. 

Sebaliknya, Taiwan yang didukung Amerika Serikat tetap berpegang teguh bahwa selat tersebut adalah wilayah perairan internasional.

Hingga saat ini, pemerintah Taiwan menyatakan dengan tegas bahwa masa depan pulau tersebut hanya boleh ditentukan oleh rakyatnya sendiri, sekaligus menolak segala bentuk tekanan militer dari China.

Pos terkait