Menkeu Purbaya Akui Gaji Lebih Kecil Dibanding Saat Pimpin LPS

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku terkejut ketika mengetahui gajinya lebih kecil dibandingkan saat menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menurutnya, meski tanggung jawab Menkeu jauh lebih besar, penghasilannya justru tidak setinggi di LPS.

Purbaya menceritakan, selama lima tahun bertugas di LPS, ia justru lebih banyak tidak bekerja karena tidak ada bank besar yang bermasalah. “LPS juga lembaga penting, tapi kerjanya di belakang, kalau ada bank jatuh baru sibuk, tapi gajinya gede,” ucapnya dalam acara Great Lecture Transformasi Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Ia bahkan menyebut, saat dilantik sebagai Menkeu, dirinya sempat menanyakan langsung soal gaji kepada Sekretaris Jenderal Kemenkeu. Jawaban yang diterimanya membuat ia kaget karena nominalnya lebih rendah dibandingkan gajinya di LPS.

“Jadi gengsinya memang lebih tinggi, tapi gajinya lebih kecil,” katanya sambil tersenyum. Meski demikian, Purbaya menyatakan tetap bersyukur karena dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengemban jabatan sebagai Menkeu.

Berdasarkan regulasi, gaji pokok seorang menteri ditetapkan sebesar Rp5.040.000 per bulan. Selain itu, menteri juga menerima tunjangan jabatan sebesar Rp13.608.000 per bulan.

Namun, penghasilan utama Menkeu berasal dari tunjangan kinerja (tukin) yang diatur dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2017. Dengan perhitungan 150 persen dari tukin tertinggi di Kemenkeu, seorang Menkeu bisa menerima Rp74.925.000 per bulan.

Jika digabung dengan gaji pokok dan tunjangan, maka total penghasilan seorang Menkeu mencapai sekitar Rp93,57 juta per bulan. Di luar itu, menteri juga mendapat fasilitas berupa rumah dinas, mobil dinas, serta tunjangan operasional untuk kegiatan kementerian.

Meski gajinya lebih kecil dibandingkan saat di LPS, Purbaya menegaskan akan memanfaatkan posisinya untuk memberi kontribusi nyata. “Saya bersyukur ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, mungkin di posisi ini saya bisa memberi kontribusi lebih banyak dibandingkan di LPS,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Prabowo Targetkan Produksi Motor Listrik Nasional Tembus 2 Juta Unit

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mendorong industri dalam negeri meningkatkan kapasitas produksi motor listrik hingga mencapai 2 juta unit. Target tersebut disampaikan setelah...

ATR/BPN Siapkan 4 Instrumen Pertanahan untuk Dukung Ketahanan Energi Pertamina

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan empat instrumen strategis untuk membantu PT Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Empat instrumen...

Prabowo Resmikan Ribuan Jembatan dan Sumber Air, Tegaskan Bakti TNI-Polri untuk Rakyat

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan ribuan infrastruktur hasil pembangunan TNI dan Polri menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Infrastruktur yang diresmikan mencakup...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS