Pernyataan Yusril Dinilai Berpotensi Pecah Belah Profesi Advokat

JAKARTA – Advokat senior Erman Umar mengkritik keras pernyataan Menteri Koordinator Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra yang dianggap terlalu berpihak kepada salah satu organisasi advokat yakni Peradi.

Dimana saat itu Yusril menyebut bahwa Peradi diakui sebagai organisasi profesi advokat, sementara yang lainnya dianggap hanya sebagai organisasi masyarakat (Ormas).

Mantan Presiden KAI itu menganggap, apa yang disampaikan Yusril telah membuat kecewa dan sakit banyak penegak hukum.

“Pernyataan Yusril tidak mencerminkan sikap seorang negarawan dan berpotensi memecah belah profesi advokat. Pernyataan ini tidak hanya bertentangan dengan undang-undang, tetapi juga melukai hati masyarakat dan advokat di Indonesia,” kata Erman Umar dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (14/12).

Erman pun mendesak agar Yusril memberikan permintaan maaf secara terbuka dan menarik kembali ucapannya.

“Jika Menko tidak meralat ucapannya, lebih baik beliau mundur dari jabatannya,” tegasnya.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini adalah perjuangan demi menjaga martabat advokat di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Berita Lainnya

Revitalisasi Sekolah Bikin Siswa SMPN 6 Kupang Tengah Tak Lagi Belajar Bergantian

Jakarta - Program Revitalisasi Sekolah membawa perubahan bagi para siswa SMP Negeri 6 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sebelum program tersebut berjalan,...

Pemerintah Siagakan Bantuan Pusat Usai Gempa Guncang NTT

Jakarta - Pemerintah pusat langsung mengambil langkah cepat untuk menangani dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Sejumlah dukungan...

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 7,7 NTT, Potensi Gempa Lebih Besar Masih...

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), subuh dipicu...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS