Dibuka Loyo, IHSG Bertengger di Zona Merah

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka cenderung melemah pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (12/12).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini melemah 0,35 persen ke posisi 7.438,78.

Bahkan selang lima menit setelah sesi I dibuka, koreksi IHSG semakin dalam yakni turun 0,16 persen ke 7.452,5. Namun IHSG masih bertahan di level psikologis 7.400.

Adapun pada beberapa menit setelah pembukaan berlangsung, nilai transaksi indeks sudah mencapai sekitar Rp 799 miliar, dengan volume transaksi mencapai 1 miliar lembar saham.

Proyeksi IHSG Hari Ini

IHSG pada hari ini berpotensi mengalami pullback jangka pendek. Bahkan kondisi ini akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, meskipun indeks terus menguat dalam beberapa hari terakhir.

Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan melihat IHSG pada perdagangan Rabu (11/12) memang lanjut menguat. Akan tetapi, pola-pola marubozu terhenti di dua hari terakhir.

Hal tersebut mengindikasikan adanya penurunan akumulasi jual, bahkan upper-shadow panjang di Rabu (11/12) mulai mengindikasikan adanya aksi profit taking. Untuk itu, ia meminta investor untuk waspada akan potensi pullback.

“Waspadai potensi pullback jangka pendek ke kisaran 7400-7450 dalam beberapa hari kedepan,” ujar Valdy dalam riset hariannya, Kamis (12/12).

Setelah rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat, Valdy menyebut bahwa pasar kini tengah menantikan data inflasi dari sisi produsen di November 2024 yang diperkirakan akan meningkat menjadi 2.60 persen YoY dari sebelumnya 2.40 persen YoY.

Sebab menurutnya, kombinasi dua data inflasi, baik dari sisi produsen maupun konsumen akan menjadi perhatian utama The Fed dalam merumuskan kebijakan suku bunga pada pertemuan minggu depan.

Kemudian dari Eropa, pasar juga tengah menantikan rilis data suku bunga ECB yang diperkirakan akan dipangkas menjadi 3.15 persen YoY dari 3.40 persen YoY.

“Tujuan ECB melanjutkan tren pemangkasan suku bunga di tahun ini adalah untuk menstimulus perekonomian,” ujar Valdy.

Adapun pada hari ini, analis dari perusahaan efek tersebut memberikan sejumlah saham yang menjadi rekomendasi pihaknya kepada para investor maupun calon investor, yakni KRAS, MAPI, ISAT, ENRG, JSMR dan SMGR.

Berita Lainnya

RUU Keamanan Siber Diminta Perkuat Perlindungan Masyarakat

Jakarta– Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Dr. Pratama Dahlian Persadha menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan dan Ketahanan Siber harus...

LPDP Telusuri Isu yang Menyeret Nama Alumni Penerima Beasiswa Bima Dewanto

Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyatakan tengah melakukan penelusuran internal terkait isu yang menyeret nama Bima Dewanto dan ramai diperbincangkan di media...

Kementerian ATR/BPN Perkuat Perlindungan Tanah Ulayat di Kabupaten Buton

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat upaya perlindungan hak atas tanah ulayat di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, sebagai bagian...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS