Pemerintah Pastikan Pengguna Narkoba Hanya Perlu Rehabilitasi

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra mengakui bahwa sampai saat ini penanganan kasus narkoba di Indonesia masih tumpang tindih.

Dimana sampai saat ini menurut Yusril, tidak ada kategori yang jelas mengenai pelaku narkoba di Indonesia.

“Jadi memang di kalangan pemerintah kita berkeinginan, untuk melakukan perbaikan terhadap orang-orang di kasus narkotika itu. Sejalan juga perubahan KUHP, di mana harus dibedakan antara mereka yang trafficking, mereka yang terlibat dalam illegal trafficking dan trading, dengan mereka yang menjadi pengguna,” kata Yusril dalam keterangannya pada Rabu (11/12).

“Pengguna ini sebenarnya dikategorikan sebagai korban dari narkotika. Kalau sekarang kan, baik pengedar maupun korban, pengguna ya, dua-duanya dihukum,” imbuhnya.

Dengan adanya revisi KUHP nanti, pemerintah akan fokus kepada para korban pengguna narkoba tidak lagi dihukum penjara seperti saat ini.

“Nanti mungkin sudah tidak begitu lagi. Mereka yang jadi korban akan direhabilitasi dan dilakukan pembinaan. Dengan demikian sebenarnya warga binaan masyarakat akan mengalami penurunan cukup drastis ke depannya,” tukasnya.

Lebih lanjut, Yusril menyebutkan keputusan hukuman untuk pengguna berada di pengadilan. Pengguna atau korban akan direhabilitasi selama 3 tahun dan tidak berada di lapas.

“Tapi nanti adanya keputusan pengadilan, katakan bahwa si A ini terbukti menjadi pengguna narkoba, lalu kemudian direhabilitasi tiga tahun. Jadi tidak dimasukin penjara lagi,” tutupnya.

Berita Lainnya

Revitalisasi Sekolah Bikin Siswa SMPN 6 Kupang Tengah Tak Lagi Belajar Bergantian

Jakarta - Program Revitalisasi Sekolah membawa perubahan bagi para siswa SMP Negeri 6 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sebelum program tersebut berjalan,...

Pemerintah Siagakan Bantuan Pusat Usai Gempa Guncang NTT

Jakarta - Pemerintah pusat langsung mengambil langkah cepat untuk menangani dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Sejumlah dukungan...

BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 7,7 NTT, Potensi Gempa Lebih Besar Masih...

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), subuh dipicu...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS