Francesco Bagnaia Usul Sistem Poin MotoGP Bisa Diperbaharui, Kalau Bisa Ada Bonus Poin

JAKARTA – Francesco Bagnaia sedikit memberikan usulan buat MotoGP, agar ada sebuah sitem poin baru yakni poin bonus.

Menurut pembalap Ducati, sistem poin ini sudah ada lama sekali, sejak sebelum adanya balapan Sprint.

“Setelah adanya Sprint ini, menurutku kita harus mempertimbangkan ide pemberian bonus poin untuk yang memenangi sprint race dan race utama di masing-masing pekan,” katanya yang dikutip Holopis.com dari GPOne, Minggu (8/12).

“Atau mungkin (bonus untuk) waktu putaran tercepat… sesuatu untuk memberikan apresiasi bagi mereka yang paling kencang,” sambungnya.

Pembalap yang akrab disapa Pecco ini, menganggap sistem poin yang sudah ada saat ini cukup baik.

“Namun, menurut pandanganku, Sprint mempengaruhi sejumlah aspek, bukan cuma perhelatannya saja, jadi mungkin ada sesuatu yang seharusnya bisa dipertimbangkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, sistem poin di MotoGP saat ini sudah dipakai sejak tahun 1993. Namun, pada tahun 2023 sistem poin ditambah dengan adanya sprint race.

Dalam sprint race, para pembalap juga mendapatkan poin sebanyak 12 angka bagi pemenang balapan yang biasanya digelar sehari sebelum balapan utama berlangsung.

Sementara itu, di balapan utama MotoGP pembalap yang finis di posisi pertama akan kembali mendapatkan poin sebanyak 25 angka.

Jadi, total dalam satu seri jika seorang pembalap memenangkan kedua balapan tersebut akan mendapatkan poun sebanyak 37 poin.

Kalau dilihat dari MotoGP 2024, Jorge Martin berhasil jadi juara dunia karena ia berhasil meraih hasil lebih baik di sprint race dibandingkan Bagnaia.

Padahal di balapan utama, Francesco Bagnaia mengungguli Jorge Martin dengan 11 kemenangan berbanding tiga.

Berita Lainnya

Prabowo Tegaskan Pertahanan Jadi Kunci Kedaulatan di Tengah Geopolitik Dunia Memanas

Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan penguatan pertahanan nasional menjadi hal penting untuk menjaga stabilitas serta kedaulatan negara, terutama di tengah situasi...

Badan Bank Tanah Bakal Terima PMN Rp2,95 Triliun untuk Dukung Program Perumahan

Jakarta - Badan Bank Tanah akan menerima penyertaan modal negara (PMN) non tunai berupa aset tanah senilai Rp2,95 triliun pada 2026. Aset tersebut berada...

Wali Kota Jakbar Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah Tangga

Jakarta - Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah meninjau kegiatan Sedekah Sampah di RW 03 Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan. Kegiatan tersebut turut dihadiri...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS