Bekasi – Ratusan petani yang tergabung dalam aliansi masyarakat tani Bekasi Wilayah Utara melakukan aksi audiensi di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS CILICIS), Jakarta Timur, Rabu (13/5/2026). Mereka membawa tuntutan mendesak terkait kerusakan ekosistem dan kerugian ekonomi masif yang melanda sektor pertanian dan perikanan di pesisir utara Bekasi.
Kondisi pendangkalan muara dan intrusi air laut ke aliran sungai telah menciptakan efek domino yang merusak. Sebanyak 10 desa di empat kecamatan (Muara Gembong, Cabangbungin, Sukawangi, dan Babelan) kini ditetapkan dalam kondisi siaga bencana.
Kerugian Ekonomi Mencapai Ratusan Miliar
Dalam pernyataan persnya, perwakilan petani, Ust. Jejen Zaenudin, memaparkan data yang memprihatinkan. Dari potensi lahan produktif seluas 4.000 hektar, sekitar 1.000 hektar di antaranya telah menjadi lahan mati selama hampir 10 tahun. Sementara itu, 3.000 hektar lainnya terdampak langsung oleh masuknya air laut ke saluran irigasi.
“Secara kalkulasi ekonomi, potensi kerugian mencapai Rp140 miliar per musim tanam. Ini adalah pukulan besar bagi kesejahteraan petani dan mengancam program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah,” tegas Jejen.
Secara rinci, kerugian tersebut berasal dari lahan produktif tidak maksimal 3.000 Ha. Kerugian sekitar Rp105 Miliar/musim. Lahan pertanian mati (1.000 Ha) Kerugian sekitar Rp35 Miliar/musim.
Masyarakat menuntut tindakan nyata sesuai dengan semangat Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2025 mengenai percepatan pembangunan infrastruktur irigasi.
Terdapat dua poin utama yang didesak oleh para petani kepada BBWS Cilicis:
1. Pembangunan Bendungan Penahan Air Laut: Meminta pemerintah membangun bendungan di hilir Sungai Ciherang (Desa Pantai Harapan Jaya) untuk menghadang air pasang agar tidak masuk ke sumber air utama sawah petani.
2. Normalisasi Muara Sungai Ciherang: Pengerukan sedimen secara menyeluruh untuk mengatasi pendangkalan, sehingga aliran air saat musim hujan dapat lancar dan tidak menyebabkan banjir luapan yang berkepanjangan.
Harapan Pemulihan Ekosistem
Rehabilitasi aliran Sungai Ciherang secara total dari hulu ke hilir dinilai sebagai satu-satunya jalan untuk memulihkan ekonomi warga. Selain menyelamatkan lahan pertanian, langkah ini diharapkan mampu mengaktifkan kembali produktivitas nelayan yang terhambat pendangkalan, serta menghentikan abrasi yang kian menenggelamkan tambak-tambak ikan di sepanjang pesisir.
“Kami meminta negara hadir. Ini bukan sekadar soal air, tapi soal kedaulatan pangan dan kelangsungan hidup ribuan kepala keluarga di Bekasi Utara,” tutup Jejen.
