Jakarta – Pemerintah terus mematangkan persiapan operasional empat SMA Unggul Garuda Baru yang dibangun untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya di daerah yang selama ini belum banyak memiliki fasilitas pendidikan unggulan.
Empat sekolah tersebut berlokasi di Belitung Timur, Bangka Belitung; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; serta Bulungan, Kalimantan Utara. Hingga akhir Juni 2026, pembangunan fisik di seluruh lokasi dilaporkan mengalami kemajuan yang melampaui target.
Hampir 98 Ribu Jemaah Haji Tinggalkan Makkah
“Saat ini pemerintah tengah membangun empat Sekolah Unggul Garuda Baru yang berlokasi di wilayah yang selama ini minim akses pendidikan unggul,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
“Hingga 21 Juni 2026, progres pembangunan seluruh lokasi menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan seluruhnya berada di atas target yang telah ditetapkan,” lanjutnya.
Selain pembangunan sarana dan prasarana, pemerintah juga melakukan perekrutan sumber daya manusia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Proses tersebut mencakup pengisian jabatan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan lainnya.
Roy Suryo dan Dokter Tifa Keluar dari RS Polri, Jalani Pelimpahan Tahap II di Polda Metro Jaya
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, saat ini telah tersedia 12 pimpinan sekolah yang terdiri atas tiga kepala sekolah, satu pelaksana tugas kepala sekolah, dan delapan wakil kepala sekolah.
Di sisi tenaga pengajar, sebanyak 42 guru berstatus ASN dan PPPK telah direkrut. Sementara itu, 11 guru pendidikan agama masih dalam proses penugasan atau mutasi dari instansi asal maupun dari Kemendiktisaintek.
Adapun kebutuhan tenaga kependidikan lainnya dipenuhi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah setempat. Pemerintah juga telah menyiapkan rekrutmen sekitar 459 CPNS untuk mendukung operasional tujuh sekolah yang akan berjalan ke depan.
Kurnia memastikan keempat SMA Unggul Garuda Baru siap memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai Juli mendatang.
“Jika dilihat dari progres pembangunan fisik serta rekrutmen kepsek, wakepsek, serta GTK hingga Juni ini, keempat SMA Garuda Unggul Baru akan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027,” katanya.
Sementara itu, proses penerimaan peserta didik baru telah dibuka sejak 5 Februari 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yakni prestasi akademik dengan bobot 50 persen, kondisi ekonomi keluarga sebesar 30 persen, dan asal wilayah sebesar 20 persen guna memastikan pemerataan akses pendidikan unggul.
Minat masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Sebanyak 3.935 calon siswa dari berbagai daerah mengikuti seleksi tahap awal. Dari jumlah tersebut, 1.632 peserta lolos tahap pertama, kemudian menyusut menjadi 640 peserta pada tahap kedua dan 320 peserta pada tahap ketiga.
“Akhirnya 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026/2027,” ujar Kurnia.
