WEF 2026 Terpukau, Prabowo Samakan Skala Program MBG dengan Produksi McDonald’s

Presiden Prabowo Subianto mencuri perhatian peserta World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mencuri perhatian peserta World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Forum internasional itu sempat bergemuruh oleh tepuk tangan saat Prabowo memaparkan perkembangan pesat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dijalankan sejak awal 2025.

Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global, Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah berdiri 21.102 dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia. Dapur-dapur tersebut setiap hari melayani 59,8 juta penerima manfaat, mulai dari anak-anak, ibu, hingga lansia yang hidup sendiri.

Bacaan Lainnya

Untuk menggambarkan skala program tersebut, Prabowo membandingkannya dengan kapasitas produksi harian McDonald’s, jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia. Ia menyebut McDonald’s memproduksi sekitar 68 juta porsi makanan per hari dan meyakini dapur MBG akan melampaui angka itu dalam waktu dekat.

“Hari ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani secara nasional. Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi untuk 59,8 juta anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendiri. Mereka menerima makanan ini setiap hari,” kata Prabowo saat berpidato di forum WEF 2026, di Davos, Swiss, Kamis (22/1).

“Sebagai konteks, dalam waktu sekitar satu bulan lagi, kami akan melampaui McDonald’s yang memproduksi 68 juta porsi per hari,” tambahnya, yang langsung disambut aplaus meriah para hadirin.

Prabowo juga menyampaikan target lanjutan program MBG pada tahun 2026. Ia menargetkan cakupan penerima manfaat meningkat menjadi 82,9 juta orang per hari, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga warga lanjut usia.

“Tahun ini, kami menargetkan melayani 82,9 juta porsi per hari. Seluruh anak Indonesia sejak dalam kandungan ibunya hingga mencapai usia 18 tahun mendapatkan manfaat program ini. Untuk ibu hamil dan menyusui kami mengantarkan makanan setiap hari ke rumah mereka. Demikian juga bagi para lansia yang hidup sendiri,” tuturnya.

Menurut Prabowo, perbandingan dengan McDonald’s bukan sekadar ilustrasi, melainkan penegasan mengenai kecepatan ekspansi MBG. Ia menyebut McDonald’s membutuhkan lebih dari 50 tahun sejak berdiri pada 1940 untuk mencapai kapasitas produksi 68 juta porsi per hari, sementara Indonesia berpeluang melampaui angka itu hanya dalam kurun waktu sekitar dua tahun.

“Dalam konteks yang saya sebutkan, saya kira McDonald’s memulai dapur pertamanya pada 1940. Untuk mencapai 68 juta, mereka membutuhkan, ya, lebih dari lima dekade. Kami akan mencapai 82,9 juta, saya harap pada akhir Desember 2026,” ucapnya.

Selain berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, Prabowo menegaskan program MBG juga memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian nasional. Ia menyebut lebih dari 61.000 UMKM dan perusahaan terlibat dalam rantai pasok dapur MBG, sekaligus membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan.

“Kami menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya dari dapur-dapur saja. Pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung bersama para vendor dan pemasok,” kata Presiden.

Pos terkait