Warga Bersyukur Tempati Rumah Subsidi, Dari Ngontrak Kini Miliki Hunian Sendiri

Setelah 15 tahun mengontrak rumah, Mugiyono (37), seorang wirausaha montir bengkel, akhirnya bisa memiliki rumah impian bersama istri dan anaknya di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat yang menjadi bagian dari program 3 juta rumah pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Jakarta – Suasana di kompleks Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, terlihat semakin hidup. Aktivitas warga mulai ramai, anak-anak bermain di lingkungan perumahan, sementara sebagian penghuni memanfaatkan hunian mereka untuk membuka usaha kecil.

Perumahan yang memiliki sekitar 2.700 unit ini merupakan bagian dari program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Serah terima kunci untuk para penghuni telah dilaksanakan pada 29 September 2025.

Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memiliki hunian layak dengan harga terjangkau, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di lingkungan tempat tinggal.

Salah satu penerima manfaat, Lili, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Sebelumnya, ia harus menyewa rumah di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sebelum akhirnya mengetahui informasi rumah subsidi dan memutuskan untuk meninjau langsung lokasi.

“Senang banget pokoknya, nggak nyangka gitu bisa ambil rumah subsidi setelah bertahun-tahun ngontrak. Alhamdulillah banget program rumah subsidi ini membantu banget buat saya,” ujar Lili seperti dikutip dari akun YouTube Penjaga Harapan, Kamis (19/3).

Ia juga mengungkapkan kemudahan dalam proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), termasuk tidak diwajibkannya slip gaji yang sering menjadi kendala bagi pekerja informal.

“Ini membantu banget buat saya, soalnya kan bisa dicicil gitu. Buat enggak punya uang yang banyak, tapi kan kita bisa nyicil bayarnya,” imbuh dia.

Selain Lili, penghuni lain bernama Sri turut merasakan manfaat serupa. Ia kini tidak hanya memiliki rumah, tetapi juga peluang usaha baru dengan membuka warung kelontong di lingkungan tersebut.

Awalnya, Sri mengaku sempat merasa sepi saat pertama kali pindah pada September 2025. Namun seiring bertambahnya penghuni, suasana perumahan menjadi lebih ramai dan penuh keakraban.

“Saya di sini jadi punya banyak saudara. Jadi orang-orang kalau kita lewat itu ya menyapa karena jadi kenal gitu. Saya jadi punya banyak tetangga, banyak saudara,” jelasnya.

Bagi Sri, keberadaan rumah subsidi tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan ekonomi keluarga.

“Berterima kasih kepada Bapak Presiden diadakan rumah subsidi di sini, jadi saya bisa buka usaha. Mudah-mudahan yang belum punya rumah bisa punya rumah kayak kita gitu, amin,” imbuh dia.

Dari sisi fasilitas, rumah subsidi di kawasan ini memiliki spesifikasi yang cukup memadai. Dengan luas bangunan 30 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi, rumah dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta ventilasi udara yang baik.

Staf pelayanan konsumen Pesona Kahuripan 10, Dedi Rusliadi, menjelaskan bahwa masyarakat cukup menyediakan uang muka sekitar Rp1,85 juta atau 1 persen dari harga rumah sebesar Rp185 juta. Cicilan per bulan pun tergolong ringan, mulai dari kisaran Rp1 juta.

Ia juga menambahkan bahwa persyaratan pengajuan dibuat lebih fleksibel, termasuk tidak mewajibkan slip gaji dan dapat digantikan dengan Surat Keterangan Usaha (SKU) bagi pekerja informal.

“Jadi syarat ini membantu banget karena 40 persen penghuninya adalah wirausaha,” ujar Dedi.

Pos terkait