Kemenhaj Sarankan Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan!

Jakarta – Pemerintah terus memantau dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang belakangan ini menunjukkan peningkatan ketegangan. Dengan mengutamakan faktor keselamatan serta perlindungan warga negara, pemerintah mengimbau calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menangguhkan perjalanan hingga keadaan kembali stabil.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa imbauan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menjaga keamanan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamenhaj di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Selain itu, pemerintah meminta para jemaah yang saat ini tengah berada di Arab Saudi, termasuk keluarga mereka di Tanah Air, agar tetap tenang dan tidak terprovokasi situasi. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Arab Saudi, pihak maskapai, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan penanganan jemaah berjalan optimal.

“ Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” lanjutnya.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum jelas kebenarannya. Informasi resmi dari pemerintah diharapkan menjadi rujukan utama guna mencegah kesalahpahaman yang dapat memicu keresahan publik.

Terkait pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan bahwa hingga kini proses persiapan tetap berlangsung sebagaimana direncanakan dan belum terdampak situasi yang berkembang. Seluruh tahapan koordinasi dan perencanaan tetap berjalan sesuai agenda.

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tutup Wamenhaj.

Sebagai penutup, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi terbaru sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah.

Pos terkait