Setahun Pimpin Jakarta, Pramono Anung Akui Kemacetan dan Banjir Masih Jadi PR

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka gelaran job fair di Plaza Bendera, Rawamangun, Jakarta International Velodrome, Selasa (19/8/2025).

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui persoalan mendasar Ibu Kota seperti kemacetan, banjir, dan polusi belum sepenuhnya teratasi dalam satu tahun masa kepemimpinannya. Tepat pada Jumat, 20 Februari 2026, genap setahun ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Bersama Wakil Gubernur Rano Karno, Pramono menggelar syukuran bertema “Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah” yang berlangsung di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Bacaan Lainnya

“Memang persoalan-persoalan dasar masih ada, kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini,” kata Pramono di lokasi.

Fokus Normalisasi Sungai

Untuk menekan risiko banjir, Pemprov DKI berencana menjalankan program normalisasi di tiga sungai utama pada tahun ini, yakni Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.

Normalisasi Kali Ciliwung ditargetkan mampu menurunkan potensi banjir hingga 40 persen. Sementara penataan Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer diarahkan untuk mengurangi genangan di kawasan Kemang dan sekitarnya. Adapun normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan berdampak signifikan terhadap pengendalian banjir di wilayah Kelapa Gading dan Cilincing, Jakarta Utara.

“Termasuk kemudian beberapa pengerukan atau normalisasi di Jakarta Barat,” ujarnya.

Perluasan Layanan TransJabodetabek

Di sektor transportasi, Pramono mendorong penguatan layanan TransJabodetabek sebagai strategi mengurai kemacetan. Langkah ini diharapkan dapat menarik warga dari daerah penyangga agar beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Selama setahun menjabat, Pemprov telah meluncurkan tujuh rute baru TransJabodetabek, yakni Alam Sutera–Blok M, Vida Bekasi–Cawang, PIK 2–Blok M, Sawangan–Lebak Bulus, Bekasi–Dukuh Atas, Bogor–Blok M, serta Cawang–Cikarang.

“Sebentar lagi akan kami buka dari Blok M ke Bandara Soekarno Hatta,” pungkasnya.

Pos terkait