Jakarta – Sejumlah tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai presiden dan wakil presiden menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/20260.
Beberapa tokoh yang hadir antara lain Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, serta Soraya Hamzah Haz yang merupakan istri almarhum Wakil Presiden ke-9 RI, Hamzah Haz.
Utusan Khusus Emir Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Penting untuk Indonesia, Apa Itu?
Presiden Prabowo Subianto yang bertindak sebagai inspektur upacara memasuki lapangan upacara sekitar pukul 09.55 WIB. Saat menuju lokasi kegiatan dari dalam gedung, Prabowo tampak berjalan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Megawati Soekarnoputri.
Seskab Teddy Tegaskan Biaya Tambahan Kunjungan Prabowo Ditanggung Pribadi, Bantah Bebani Negara
Selain dihadiri para mantan kepala negara dan wakil kepala negara, upacara tersebut juga diikuti oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Hadir pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta Ketua DPD RI Sultan Najamuddin bersama para pejabat tinggi negara lainnya.
Sebelumnya, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah mengundang mantan presiden dan wakil presiden untuk menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila. Upacara kenegaraan tersebut dilaksanakan di Lapangan Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta Pusat, dengan Presiden Prabowo Subianto dipercaya sebagai inspektur upacara.
“Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua Presiden maupun Wakil Presiden pastinya kita undang semuanya. Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir nanti akan kami sampaikan pada media semuanya ya,” ujar Sekretaris Utama BPIP Tonny Agung Arifianto di Jakarta Pusat, Jumat, 29 Mei 2026.
Tonny menjelaskan bahwa BPIP sebenarnya ingin melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila. Namun, keterbatasan kapasitas lokasi membuat jumlah undangan yang dapat diberikan menjadi terbatas.
Menurutnya, hanya sekitar 405 undangan yang disiapkan untuk menghadiri upacara tersebut. Undangan tersebut mencakup pejabat tinggi negara, perwakilan kementerian dan lembaga, tokoh agama, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.
“Kemudian juga ini upacara kenegaraan yang pasti diatur oleh protokoler negara ya sehingga terbatas yang diundang terutama pejabat-pejabat tinggi negara dari seluruh K/L kita undang semuanya. Kemudian ada perwakilan agama, kemudian tokoh-tokoh negara yang lain termasuk apa Presiden dan Wakil Presiden juga kita undang tentunya sehingga kurang lebih sekitar 405 undangan lah ya yang kita siapkan untuk tamu undangan,” ujarnya.
