Reforma Agraria Ubah Desa Duyu: dari Lahan Tidur Menjadi Sentra Anggur

Jakarta – Program Kampung Reforma Agraria membawa perubahan perlahan namun nyata bagi Desa Duyu di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Setelah gempa 2018, aktivitas warga sempat berhenti dan desa terasa sepi. Kehadilan kebun-kebun anggur yang mulai dikembangkan melalui program Reforma Agraria menjadi titik balik bagi masyarakat. Tanaman yang awalnya hanya ditanam sebagai upaya pemulihan pascabencana, kini berkembang menjadi sumber penghasilan. Tidak hanya petani, warga sekitar pun menikmati dampak ekonomi yang sebelumnya tak terbayangkan.

Salah satu yang mengalami perubahan hidup adalah Vicky (30), Ketua Kelompok Usaha Doyou Grape. Kelompok yang beranggotakan sekitar 20 orang, kebanyakan ibu-ibu, itu memproduksi berbagai olahan berbahan anggur dari Kebun Anggur Duyu Bangkit, mulai dari keripik daun anggur, mie berbahan daun anggur, hingga selai dan sirup.

“Dulu banyak ibu-ibu di desa yang tidak punya kegiatan. Setelah desa menjadi Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit dan mulai menanam anggur, kami membentuk kelompok usaha. Kami sering diajak BPN mengikuti pelatihan dari dinas, dan syukurlah sekarang ada penghasilan,” kata Vicky dikutip dari laman resmi Kementerian ATR/BPN, Minggu (23/11/2025).

Doyou Grape sendiri berdiri pada 2021, setelah warga melihat pesatnya perkembangan kebun anggur di desa mereka. Produksi dilakukan di rumah sekretariat, sementara penjualan diterapkan melalui sistem pesanan. Jika ada kegiatan dari BPN atau dinas, kelompok ini kerap diundang untuk memamerkan sekaligus menjual produk mereka.

“Kadang ada pesanan untuk oleh-oleh, bahkan dibawa sampai ke Jawa,” ujarnya.

Perubahan juga dirasakan oleh Ibu Sartini (60), ibu rumah tangga yang kini merawat enam pohon anggur, tiga di antaranya merupakan bantuan program Kampung Anggur Duyu Bangkit. “Sekali panen bisa dapat satu juta,” ujarnya sambil memperlihatkan batang anggurnya yang tumbuh subur.

Meski panen tidak berlangsung sepanjang tahun, tambahan penghasilan itu sangat berarti. Pembeli datang dari berbagai kota, Makassar, Gorontalo, bahkan Poso. Saat musim panen, halaman rumahnya dipenuhi mobil dan pengunjung yang ingin membeli langsung. “Bangga sekali kampung ini jadi dikenal banyak orang,” tuturnya malu-malu.

Kini, Kampung Anggur Duyu Bangkit tidak hanya menghasilkan buah anggur, tetapi juga tumbuh menjadi sumber harapan. Ibu-ibu yang dulu tidak memiliki kegiatan kini tekun merawat tanaman mereka. Reforma Agraria memberikan ruang untuk berkembang, menghadirkan perubahan sederhana namun bermakna dari kebun-kebun kecil di halaman rumah, yang kini menjadi kebanggaan warga Duyu.

Berita Lainnya

Bonus Demografi Jakarta Capai 71,63 Persen, Rano Karno Soroti Potensi Ekonomi Kreatif

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai Karang Taruna memiliki posisi penting dalam mempersiapkan generasi muda yang produktif, kreatif, serta memiliki kepedulian...

Pilkades Bekasi Usai, 154 Kades Terpilih segera Dilantik 4 November 2026

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menetapkan jadwal pelantikan 154 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 2026 pada 4 November 2026. Jadwal tersebut tercantum...

Lampaui Target 2029! LP2B Nasional Kini Capai 87,63 Persen

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya dalam melindungi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai bagian penting dari upaya...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS