Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus menjadi prioritas bersama seluruh pimpinan bangsa. Di tengah melimpahnya sumber daya alam Indonesia, Prabowo menilai kondisi masih adanya rakyat yang hidup dalam kemiskinan merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi, sehingga seluruh elite nasional diminta bersatu dan melakukan pembenahan menyeluruh.
“Saudara-saudara, kita harus berjuang bersama-sama. Semua partai, siapa pun. Kita harus bersatu menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh bertanya, apa bisa? Apa mampu?” tegas Presiden dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Presiden menyoroti besarnya potensi kekayaan alam Indonesia yang hingga kini belum sepenuhnya dikelola secara optimal dan berkeadilan untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh pemimpin bangsa untuk berani melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas kepemimpinan demi kesejahteraan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional serta meninggalkan sekat-sekat politik dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
“Saya mengajak, mari kita sebagai pemimpin membulatkan tekad, membenahi diri kita, unsur kita, lingkungan kita, dan lingkaran kita. Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya (untuk) kepentingan rakyat,” tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa setiap elite bangsa memikul tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan pengelolaan kekayaan negara benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk bekerja bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan politik maupun hasil pemilu di daerah.
“Tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan terlibat sekat-sekat yang timbul karena sejarah,” ujar Prabowo.
Ia memastikan seluruh program kesejahteraan tetap dijalankan secara merata di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang tidak memenangkan pasangan Prabowo–Gibran pada Pilpres lalu.
“Buktinya, saya kalah di Sumatera Barat, tapi MBG tetap jalan. Koperasi Merah Putih tetap kita rehabilitasi. Saya kalah di Aceh, tetap kita bangun habis-habisan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa kompetisi politik telah berakhir dan kini saatnya seluruh elemen bangsa bekerja bersama.
“Persaingan selesai, sekarang kerja. Itu yang saya tawarkan,” katanya.
Sebagai contoh, Presiden menyebut dukungannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang berasal dari partai berbeda.
“Pak Pram dari PDIP, tetap saya dukung sebagai Gubernur DKI. Karena kepentingannya rakyat. Tahun 2029 silakan bertanding lagi,” tutup Presiden, disambut tepuk tangan para peserta rakornas. Di tengah melimpahnya sumber daya alam Indonesia, Prabowo menilai kondisi masih adanya rakyat yang hidup dalam kemiskinan merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi, sehingga seluruh elite nasional diminta bersatu dan melakukan pembenahan menyeluruh.
“Saudara-saudara, kita harus berjuang bersama-sama. Semua partai, siapa pun. Kita harus bersatu menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh bertanya, apa bisa? Apa mampu?” tegas Presiden dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Presiden menyoroti besarnya potensi kekayaan alam Indonesia yang hingga kini belum sepenuhnya dikelola secara optimal dan berkeadilan untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh pemimpin bangsa untuk berani melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas kepemimpinan demi kesejahteraan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional serta meninggalkan sekat-sekat politik dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
“Saya mengajak, mari kita sebagai pemimpin membulatkan tekad, membenahi diri kita, unsur kita, lingkungan kita, dan lingkaran kita. Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya (untuk) kepentingan rakyat,” tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa setiap elite bangsa memikul tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan pengelolaan kekayaan negara benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk bekerja bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan politik maupun hasil pemilu di daerah.
“Tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan terlibat sekat-sekat yang timbul karena sejarah,” ujar Prabowo.
Ia memastikan seluruh program kesejahteraan tetap dijalankan secara merata di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang tidak memenangkan pasangan Prabowo–Gibran pada Pilpres lalu.
“Buktinya, saya kalah di Sumatera Barat, tapi MBG tetap jalan. Koperasi Merah Putih tetap kita rehabilitasi. Saya kalah di Aceh, tetap kita bangun habis-habisan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa kompetisi politik telah berakhir dan kini saatnya seluruh elemen bangsa bekerja bersama.
“Persaingan selesai, sekarang kerja. Itu yang saya tawarkan,” katanya.
Sebagai contoh, Presiden menyebut dukungannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang berasal dari partai berbeda.
“Pak Pram dari PDIP, tetap saya dukung sebagai Gubernur DKI. Karena kepentingannya rakyat. Tahun 2029 silakan bertanding lagi,” tutup Presiden, disambut tepuk tangan para peserta rakornas.





