Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ambisi besarnya untuk menuntaskan persoalan kemiskinan ekstrem sebelum masa kepemimpinannya berakhir.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menaruh fokus utama pada perbaikan taraf hidup masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah di Indonesia.
“Cita-cita saya di akhir masa jabatan saya, tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem, desil 1 dan 2, bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” kata Prabowo dalam peresmian sekolah rakyat, Senin, 12 Januari 2026.
Keyakinan tersebut, lanjut Prabowo, tidak muncul tanpa dasar. Ia menyebut sejumlah capaian yang telah diraih pemerintah menjadi alasan optimisme dalam mewujudkan target besar tersebut.
Namun demikian, Prabowo menekankan bahwa keberhasilan yang dicapai bukanlah untuk dibanggakan secara berlebihan, melainkan sebagai bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk terus melaju dan berprestasi.
“Kita harus bangga dengan prestasi, harus bangga dengan bukti. Rendah hati boleh, tapi jangan rendah diri. Jangan inferior,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa Indonesia tidak semestinya terus dilabeli sebagai negara yang tertinggal atau gagal. Menurutnya, potensi nasional yang dimiliki sangat besar untuk membawa Indonesia bangkit menuju arah yang lebih baik.
“Indonesia berprestasi, Indonesia bisa berprestasi, Indonesia akan berprestasi dan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang baik, negara yang maju dan negara yang sejahtera,” tegasnya.





