Jakarta – Di balik reruntuhan bangunan, lumpur yang mengering, dan kelelahan warga terdampak bencana, kehadiran prajurit TNI membawa lebih dari sekadar pengamanan. Di sejumlah wilayah terdampak di Sumatra Barat dan daerah sekitarnya, personel TNI turun langsung membantu masyarakat dengan berbagai peran kemanusiaan.
Pantauan di lapangan pada Jumat (23/1/2026) menunjukkan prajurit TNI terlibat aktif dalam beragam kegiatan, mulai dari pembersihan permukiman hingga pemulihan fasilitas umum. Di Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, mereka tampak bergotong royong membersihkan rumah-rumah warga yang dipenuhi lumpur sisa bencana, termasuk kediaman milik keluarga Sitompul.
Masih di wilayah yang sama, Masjid Subulul Ubudyah mendapat sentuhan perbaikan. Para prajurit mengecat ulang bangunan rumah ibadah tersebut agar kembali nyaman digunakan. Upaya ini menjadi simbol kebangkitan spiritual dan harapan baru bagi warga setempat.
Sementara itu, di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, personel TNI terlihat membersihkan area SMP Swasta Fransiskus. Proses pemulihan sekolah tersebut telah mencapai sekitar 93 persen, menandakan keseriusan prajurit dalam memastikan fasilitas pendidikan dapat segera difungsikan kembali.
Kegiatan serupa juga berlangsung di SDN 152981 Tukka 1A dan 1B, Kecamatan Tukka. Selain membersihkan area sekolah, pengecatan ulang dilakukan untuk mengembalikan kelayakan ruang belajar. Di Desa Purba Sinamba, Kecamatan Padang Bolak, TNI turut memperbaiki lantai jembatan gantung yang menjadi akses utama mobilitas warga sehari-hari.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TNI juga terlibat langsung dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dapur umum didirikan di sejumlah titik, seperti Desa Tilang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, serta di halaman Kantor Camat Batang Toru. Para prajurit tampak sigap memasak dan menyiapkan makanan bagi warga terdampak, sembari berbaur hangat dengan masyarakat setempat.
Suasana serupa terlihat di Ran Durlap Mabes TNI, Desa Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli. Di lokasi ini, prajurit yang sehari-hari dikenal disiplin tampil lebih humanis saat melayani kebutuhan warga.
Peran kemanusiaan TNI juga merambah ke bidang kesehatan. Di kawasan permukiman terdampak di Desa Hutagodang serta tenda pengungsian di Desa Batu Hula, personel TNI memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada warga. Dengan peralatan terbatas, mereka tetap berupaya maksimal menangani keluhan masyarakat layaknya tenaga medis.
Kehadiran TNI di tengah bencana tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan dorongan moral bagi warga untuk bangkit. Di Sumatra Barat dan wilayah sekitarnya, dedikasi para prajurit menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir dan berjalan bersama rakyat, terutama di saat-saat paling sulit.
