Pemerintah Bangun 265 Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Dapat Akses Pendidikan

Jakarta – Pemerintah terus memperluas pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Hingga Oktober 2026, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah rampung dibangun dan tersebar di 131 kabupaten/kota di Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Hingga Oktober 2026, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah selesai dibangun dan tersebar di 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, dikutip, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Teddy, Sekolah Rakyat dirancang untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan 2 atau kategori miskin ekstrem. Seluruh layanan pendidikan dalam program tersebut diberikan secara gratis.

“Sekolah Rakyat, membuka jalan semua anak menuju masa depan,” ucap dia.

Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Berbagai kebutuhan dasar turut disiapkan agar peserta didik dapat belajar dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Melalui keberadaan Sekolah Rakyat, lebih dari 45 ribu anak jalanan kini mendapatkan kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan. Mereka juga memperoleh fasilitas pendukung, mulai dari tempat tinggal yang layak, sarana pembelajaran dan olahraga, makanan bergizi, hingga layanan kesehatan.

“Lebih dari 45 ribu anak jalanan kini memiliki kesempatan untuk kembali bersekolah. Tidak hanya mendapatkan pendidikan, mereka juga memperoleh tempat tinggal yang layak, fasilitas belajar dan olahraga yang memadai, makanan bergizi, serta layanan kesehatan yang terjamin,” kata Teddy.

Teddy menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat memiliki tujuan sosial yang lebih luas daripada sekadar memberikan pendidikan formal. Program tersebut diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperbaiki kualitas hidup dan meraih masa depan yang lebih baik.

Pemerintah memandang setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta mengembangkan kemampuan dan potensi dirinya. Kondisi ekonomi keluarga diharapkan tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan kesempatan belajar.

Melalui pembangunan Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memastikan bahwa latar belakang sosial maupun ekonomi tidak membatasi kesempatan generasi muda dalam meraih cita-cita.

Program ini sekaligus menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan, perlindungan, dan fasilitas penunjang bagi anak-anak yang membutuhkan. Dengan demikian, setiap anak Indonesia diharapkan memiliki kesempatan yang setara untuk membangun masa depan.

Berita Lainnya

Wamen HAM Desak Percepatan RUU Penyadapan

Jakarta - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto mendukung langkah Komisi III DPR RI untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyadapan. Regulasi...

Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat dan Berbagi Kebahagiaan

Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat untuk mengunjungi Sekolah Rakyat. Selain melihat secara langsung fasilitas pendidikan yang tersedia, kunjungan tersebut...

Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Negara Sahabat, IEU-CEPA Jadi Sorotan

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menerima penyerahan surat kepercayaan dari 11 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) designate resident untuk Indonesia...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS