Jakarta – Upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang terus berlangsung dengan menyentuh kelompok masyarakat yang paling rentan. Tidak hanya infrastruktur dan fasilitas umum, rumah warga lanjut usia menjadi salah satu prioritas pembersihan dari sisa lumpur yang ditinggalkan banjir.
Salah satu rumah yang mendapat perhatian adalah milik nenek Iyem, warga Dusun Ingin Jaya, Desa Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu. Sejumlah personel TNI dari Satuan Setingkat Kompi (SSK) 1 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 852/Alap Berang Binjai (Yonif TP 852/ABY) bergotong royong membersihkan rumah tersebut agar kembali layak dihuni.
Pantauan di lapangan menunjukkan, lumpur masih mengendap di hampir seluruh bagian rumah nenek Iyem. Dengan menggunakan sekop dan gerobak sorong, para prajurit TNI secara bertahap mengangkut lumpur keluar rumah. Penyemprotan air dilakukan untuk membersihkan sisa lumpur yang menempel di dinding dan lantai, sekaligus membuka kembali gorong-gorong yang tersumbat akibat endapan banjir. Hingga Jumat (16/1), progres pembersihan rumah nenek Iyem telah mencapai sekitar 60 persen.
Tak jauh dari lokasi tersebut, personel TNI juga melakukan pembersihan di rumah kakek Robin yang masih berada di Dusun Ingin Jaya. Kondisi rumah Robin tak kalah memprihatinkan, dengan hampir separuh bangunan tertutup lumpur yang mulai mengeras. Proses pembersihan dilakukan secara perlahan menggunakan peralatan sederhana. Hingga hari yang sama, progres pembersihan rumah Robin dilaporkan telah mencapai 80 persen.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kemanusiaan TNI dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana, khususnya bagi warga lansia yang memiliki keterbatasan fisik dan membutuhkan pendampingan ekstra.
Sementara itu, data Kementerian Dalam Negeri mencatat hingga 14 Januari 2026, total rumah rusak akibat bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 175.050 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75.653 unit mengalami kerusakan ringan, 45.085 unit rusak sedang, dan 53.412 unit rusak berat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa kondisi fasilitas umum di wilayah terdampak secara bertahap mulai pulih. Aktivitas pemerintahan kabupaten dan kota juga berangsur kembali normal, dengan layanan kesehatan menjadi sektor yang lebih dahulu berfungsi secara optimal.
Langkah-langkah pemulihan yang menyasar langsung warga paling rentan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sosial sekaligus mengembalikan rasa aman bagi masyarakat terdampak bencana.
