Menpora Paparkan 28 Agenda Strategis 2026, Komisi X DPR Dorong Tambahan Anggaran

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Puluhan agenda tersebut merupakan penjabaran dari dua misi utama Kemenpora, yakni membentuk generasi muda yang patriotik, tangguh, dan berempati, serta menjadikan olahraga sebagai representasi kekuatan dan martabat bangsa di tingkat global, sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

Erick Thohir menjelaskan, agenda prioritas Kemenpora 2026 mencakup berbagai program kepemudaan dan olahraga, mulai dari pertukaran pemuda antarnegara, program student athlete melalui LPDP dan fasilitasi khusus, hingga pembangunan akademi olahraga serta pusat pelatihan nasional.

Selain itu, Kemenpora juga menyiapkan kegiatan penguatan karakter pemuda seperti lomba debat dan pidato tingkat nasional, Indonesia Sport Summit, Youth Camp, serta pengiriman atlet Indonesia ke berbagai ajang internasional, di antaranya Asian Games, Asian Para Games, Youth Olympic Games, dan Asian Beach Games.

Melihat cakupan program yang dinilai strategis dan berdampak jangka panjang, Komisi X DPR RI menilai Kemenpora layak mendapatkan tambahan anggaran pada tahun 2026. Saat ini, pagu anggaran Kemenpora tercatat sebesar Rp1,15 triliun.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai anggaran tersebut masih belum sebanding dengan beban dan target besar yang diemban Kemenpora.

“Kami di Komisi X DPR RI siap memberikan dukungan agar anggaran Kemenpora bisa ditingkatkan. Ini penting untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional, pembangunan pemuda, serta pembinaan atlet usia dini,” ujar Hetifah.

Menanggapi hal tersebut, Menpora Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Komisi X DPR RI terhadap program-program Kemenpora.

“Saya mengapresiasi pimpinan dan seluruh anggota Komisi X DPR RI. Program yang kami dorong adalah program nyata, dengan output yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Erick.

Ia juga menambahkan bahwa Komisi X DPR RI memberikan perhatian besar terhadap reformasi birokrasi dan transparansi pengelolaan anggaran di lingkungan Kemenpora.

“Dukungan terhadap transparansi anggaran sangat kuat, apalagi anggaran ini diarahkan untuk program-program baru seperti pembangunan akademi olahraga, pusat pelatihan tim nasional, pemusatan latihan 21 cabang olahraga Olimpiade, dan program strategis lainnya. Ini langkah yang sangat positif,” pungkasnya.

Pos terkait