Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Paris merupakan undangan resmi dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sugiono mengatakan undangan tersebut sebenarnya sudah diajukan sejak April lalu, namun belum dapat terlaksana karena penyesuaian jadwal kedua kepala negara.
“Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda. Jadi waktu itu, kalau tidak salah bulan April, kunjungan yang diharapkan dilaksanakan, namun waktunya tidak cocok pada saat itu,” kata Sugiono, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan undangan kembali disampaikan Macron saat bertemu Prabowo dalam kunjungan sebelumnya di Paris. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prancis kembali menawarkan jadwal baru untuk kunjungan kenegaraan Presiden Indonesia.
“Jadi karena sudah diajukan dua kali, ini yang kedua, ke Beliau, Pak Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris dalam rangka kunjungan kenegaraan tersebut sebagai kunjungan balasan dari kunjungan Presiden Macron ke Indonesia,” imbuhnya.
Diketahui, Prabowo memulai kunjungan kerjanya ke Prancis sejak Senin malam, 25 Mei 2026.
Sebelum menjalani agenda kenegaraan, Prabowo melaksanakan salat Idul Adha bersama warga negara Indonesia dan diaspora di Wisma Indonesia Paris.
Kehadiran Presiden dalam salat berjemaah tersebut menjadi momen hangat bagi masyarakat Indonesia di Prancis.
Diiringi lantunan takbir, sekitar pukul 08.40 waktu setempat, Prabowo tiba di Wisma Indonesia dan langsung bergabung di saf bersama para jemaah untuk mengikuti rangkaian salat Idul Adha.
Salat berlangsung khusyuk dengan dihadiri warga negara Indonesia dan diaspora yang sejak pagi telah memadati lokasi.
Pelaksanaan salat dipimpin oleh imam sekaligus khatib, Fakhruddin Arrozi, alumni program magister Universitas Islam Internasional Islamabad yang kini mengajar di Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Dalam khotbahnya, Fakhruddin menyampaikan bahwa Iduladha memiliki makna ketuhanan sekaligus kemanusiaan. Ia mengingatkan pentingnya nilai pengorbanan, berbagi, serta mempererat persatuan, khususnya bagi umat Islam yang hidup di perantauan.
“Kita tidak diperintahkan menyembelih anak-anak kita sebagaimana Nabi Ibrahim AS, akan tetapi kita diperintahkan menyembelih ego kita demi menaati perintah Allah SWT,” ujar Fakhruddin dalam khotbahnya.
Usai salat Idul Adha, Prabowo bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia dan diaspora yang hadir. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Presiden tampak menyapa serta menyalami para jemaah sebelum dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama.
Momen tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara kepala negara dan masyarakat Indonesia di luar negeri sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam merayakan Idul Adha di tanah rantau.
