Jakarta – Tren penggunaan kendaraan listrik di Jakarta menunjukkan lonjakan signifikan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu tensi geopolitik global. Peralihan ini tercermin dari meningkatnya transaksi kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) secara tajam sepanjang awal 2026.
PLN Unit Induk Daerah (UID) Jakarta Raya mencatat, pada triwulan I 2026, transaksi mobil listrik melonjak hingga enam kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Fenomena ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat mulai beralih ke energi alternatif yang dinilai lebih efisien.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengungkapkan bahwa tren ini tidak lepas dari dampak kenaikan harga BBM akibat konflik internasional yang memanas.
“D tahun 2026 saja, sampai dengan triwulan 1, transaksi kami sudah naik 6 kali lipat itu penggunaan EV,” kata Andy dalam acara Kartini Smart Energy Class di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk mencari solusi transportasi yang lebih hemat dan berkelanjutan. Ia bahkan memproyeksikan angka penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat hingga akhir tahun.
Uji Bahan Bakar Alternatif “Bobi Bos” Dipercepat, Pemerintah Tekankan Standar dan Keamanan
“Kita lihat sampai dengan nanti akhir tahun, itu akan naik kalau perkiraan saya akan naik 8 kali lipat,” ujarnya.
Tak hanya penggunaan kendaraan, minat investasi di sektor pendukung juga ikut terdongkrak. Permohonan kemitraan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dilaporkan mengalami peningkatan signifikan.
Andy menyebut bisnis SPKLU kini menjadi salah satu sektor yang paling diminati oleh pelaku usaha.
“Saat ini bisnis SPKLU adalah bisnis yang sangat-sangat menjanjikan. Menjanjikan sekali,” tegasnya.
Di sisi lain, PLN juga mendorong pengguna kendaraan listrik untuk memanfaatkan fasilitas pengisian daya di rumah atau home charging. Selain lebih praktis, metode ini juga dinilai lebih hemat waktu karena tidak perlu antre di SPKLU.
Sebagai insentif tambahan, PLN memberikan potongan harga bagi pelanggan yang melakukan pengisian daya pada malam hari.
“Pasang barunya untuk home charging pun juga dapat diskon,” pungkasnya.
