Jakarta – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kian menguat seiring beredarnya sejumlah nama yang disebut-sebut akan mengisi posisi strategis di pemerintahan Prabowo Subianto.
Mantan Kepala Presidential Communication Office, Hasan Nasbi, dikabarkan akan kembali dipercaya dengan peran baru sebagai utusan khusus presiden di bidang komunikasi. Sementara itu, mantan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, juga disebut akan kembali masuk kabinet dengan posisi sebagai Kepala Badan Karantina Nasional.
Tak hanya itu, nama Jumhur Hidayat turut mencuat. Ketua Umum KSPSI tersebut dikabarkan berpeluang menduduki kursi Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Menanggapi kabar tersebut, Muhammad Qodari menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan presiden. Ia mengimbau publik untuk menunggu kepastian resmi dari Istana.
“Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangannya dari Bapak Presiden,” kata Qodari.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Kepresidenan terkait kebenaran isu maupun daftar nama yang akan dilantik.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga merespons singkat kabar reshuffle yang beredar di publik.
“Tunggu saja,” kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan.
Dengan belum adanya konfirmasi resmi, dinamika reshuffle kabinet masih menjadi spekulasi. Publik kini menanti langkah konkret Presiden yang akan menentukan arah baru komposisi pemerintahan ke depan.
