KTM Dikabarkan Bangkrut, Begini Nasib Timnya di MotoGP

JAKARTA – Pabrikan asal Australia KTM, dikabarkan mengalami kebangkrutan karena kondisi keuangan yang sedang bermasalah dan utang yang menumpuk.

Dikutip Holopis.com dari Motosan, Minggu (1/12), perusahaan induk KTM AG telah mengalami kebangkrutan yang juga berdampak pada anak perusahaannya KTM Components dan KTM Research and Development.

Hutang ketiga perusahaan tersebut, mencapai 2,9 miliar euro atau setara dengan Rp 48 triliun. Kondisi tersebut, mengancam nasib 3.600 pekerja KTM.

Berbagai cara telah dilakukan untuk bisa keluar dari krisis keuangan itu, mulai dari menghilangkan 500 pekerjaan tambahan, memberhentikan ratusan karyawan, termasuk upaya mengurangi produksi dan menerapkan pengurangan jam kerja.

Lalu bagaimana nasib KTM di ajang balap bergengsi MotoGP ?

Setiap tahunnya, KTM harus mengeluarkan biaya 70 juta euro atau sekitar Rp 1,1 triliun setiap tahunnya untuk proyek otomotif mahal mereka seperti MotoGP.

Director KTM, Pit Beirer mengatakan KTM masih akan melanjutkan di kelas utama karena memiliki kontrak hingga tahun 2026 di MotoGP.

“Untungnya motor untuk (MotoGP) musim depan sudah siap dan menunggu di paddock. Awal musim 2025 segera dilaksanakan. Itu sangat membantu kami dalam situasi saat ini,” ujar Pit Beirer.

Pada tahun 2026, MotoGP akan menghentikan pengembangan mesin, sebagai bagian dari transisi ke era teknis baru pada tahun 2027.

Perubahan ini akan mencakup larangan perangkat ketinggian pengendaraan (ride height adjuster), pengurangan aerodinamis secara drastis, dan pengenalan mesin 850 cc yang lebih kecil, dari mesin 1.000 cc.

Perubahan ini akan memaksa produsen buat merancang sepeda motor yang hampir sepenuhnya baru, yang tentunya akan meningkatkan biaya secara signifikan.

Dengan KTM akan habis kontrak di MotoGP pada akhir 2026, merek tersebut belum memiliki rencana untuk berpartisipasi di MotoGP 2027.

KTM bisa memiliki opsi hengkang dari MotoGP andai keuangan mereka belum membaik.

“Rencana (perpanjangan kontrak) ini ditunda sampai kami mengklarifikasi bagaimana kami akan melanjutkannya,” pungkas Beirer.

Berita Lainnya

Prabowo Sebut 4 Kali Kalah Pemilu: Saya Tidak Pernah Ganggu Pemimpin yang...

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kembali mengungkap perjalanan politiknya yang diwarnai sejumlah kekalahan dalam kontestasi demokrasi. Ia menyebut telah lima kali meminta mandat kepada...

Razman Arif Nasution Resmi Jalani Masa Pidana di Lapas Cipinang

Jakarta - Terpidana Razman Arif Nasution resmi dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang untuk menjalani masa pidana...

Prasetyo Hadi Pimpin Satgas Mitigasi PHK, Fokus Cegah Gelombang Pemutusan Kerja

Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk mengoordinasikan upaya pencegahan dan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS