KPK Selidiki Dugaan Korupsi Mineral, Menteri ESDM era Jokowi Diperiksa

Jakarta – Satu per satu menteri era mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini giliran Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Arifin diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan mineral. Arif mengaku sudah memberikan keterangan terkait kasus itu kepada KPK.

“Tadi menjelaskan mengenai tata kelola dan semuanya sudah (disampaikan) untuk dalam rangka perbaikan ke depan,” kata Arifin kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu 9 Juli 2025.

Ketika ditanya kehadiran dirinya sebagai terperiksa terkait penyelidikan sebuah kasus, Arifin tak membantah. Ia menyebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Enggak ada perkara sih sebetulnya karena baru, masih dalam penyelidikan,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyelidikan yang sedang ditangani KPK berkaitan dengan pengelolaan mineral di wilayah Indonesia bagian timur.

Ketika ditanya tempus atau waktu diduga terjadinya perkara ini, Arifin menyebut sekitar tahun 2023.

“Tempus? Wah tembaknya kencang banget. Pelan-pelan dong tembaknya. Ini kan baru dua tahun yang lalu, tetapi pertambangan ini sudah sejak tahun 2004,” ujarnya.

Menteri ESDM era Presiden Joko Widodo itu mengaku tidak banyak ditanya oleh penyelidik KPK. Ia mengaku ditanya seputar kajian pengelolaan mineral atau pertambangan.

“Pertanyaannya singkat. Memang kan kajiannya itu lama. Jadi, dikonfirmasi yang dulu-dulu yang sudah dikumpulkan. Ini, ini, ini. Jadi, kami memberikan saran ke depannya itu,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu membenarkan permintaan keterangan Arifin ini terkait penyelidikan dugaan korupsi pengelolaan mineral di Indonesia timur.

“Terkait Pak AT (Arifin Tasrif) pemeriksaan terkait apa dan lain-lain? Tadi mungkin sudah ditanya ya di doorstop ya, pengelolaan mineral di Indonesia Timur. Ini masih penyelidikan ya perkaranya,” kata Asep.

Namun Asep ogah membeberkan hasil penyelidikan tersebut. Karena, kata dia, kasus ini masih lidik.

“Belum bisa saya sampaikan ya. Ini masih lidik. Tapi sesuai yang disampaikan itu sama yang bersangkutan,” katanya.

Berita Lainnya

Pemerintah Mobilisasi Armada Udara untuk Salurkan Bantuan Gempa M 7,7 di NTT

Jakarta - Guna mengoptimalkan penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah merancang percepatan distribusi logistik dan pengerahan personel melalui...

HUT RI ke-81 Makin Spektakuler, 1.500 Drone hingga Kembang Api Siap Gegerkan...

Jakarta - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 bakal berlangsung meriah. Pemerintah menyiapkan beragam pertunjukan spektakuler di sejumlah kawasan ikonik...

Mau Lihat Karnaval HUT RI ke-81? Ini Rute dan Spot Terbaiknya

Jakarta - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta Pusat bakal semakin semarak dengan digelarnya karnaval pada 17 Agustus 2026. Masyarakat yang ingin menyaksikan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS