KPK Gandeng Kemenkeu Usut Dugaan Suap Pajak Tambang di Ditjen Pajak Jakut

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus menjalin koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyusul mencuatnya dugaan tindak pidana korupsi berupa suap di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus pencegahan korupsi secara menyeluruh.

“Terkait koordinasi KPK dengan Kementerian Keuangan itu secara berkelanjutan terus dilakukan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 10 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada penindakan hukum. “Tentunya tidak hanya dalam rangka penindakan saja, tapi dalam konteks pendidikan antikorupsi maupun pencegahan korupsi,” lanjutnya.

Menurut Budi, sinergi antara KPK dan Kemenkeu juga dijalankan melalui berbagai instrumen pencegahan, termasuk pelaporan gratifikasi dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). “Ya, di mana dalam instrumen gratifikasi misalnya, KPK juga bekerja sama dengan Kementerian Keuangan terkait dengan pendirian adanya UPG, Unit Pengendalian Gratifikasi,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Keuangan mendukung penuh upaya pemberantasan praktik korupsi, termasuk melakukan pembenahan di internal institusinya. “Tentunya ya, karena korupsi sebagai musuh bersama tentu semua pihak mendukung langkah-langkah upaya penindakan, langkah-langkah pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK mengungkap adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu Kantor Wilayah Jakarta Utara. Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan pengaturan pajak di sektor pertambangan.

Dalam OTT itu, KPK mengamankan delapan orang yang terdiri dari empat pegawai Ditjen Pajak Kanwil Jakarta Utara dan empat pihak dari perusahaan tambang swasta. “Kegiatan ini terkait dengan dugaan modus pengaturan pajak di sektor pertambangan,” katanya kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 10 Januari 2026.

Budi mengungkapkan, penyidik mendalami adanya kerja sama tidak sah antara pihak swasta dan oknum aparat pajak, khususnya terkait skema pengurangan nilai kewajiban pajak. “Perusahaan itu kan ada yang kantornya di Jakarta, namun kemudian sitenya begitu ada di daerah. Nah, itu di antaranya yang didalami dalam kegiatan penyelidikan tertutup kali ini,” ungkapnya.

Dari operasi tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti senilai Rp6 miliar yang terdiri dari uang tunai dalam mata uang rupiah dan asing, serta logam mulia.

Berita Lainnya

Kemarau Meluas, Kementerian PU Tangani 3.288 Lokasi dan Salurkan 48,9 Juta Liter...

Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Penanganan dilakukan dengan menyasar kebutuhan air untuk pertanian...

Sekolah Rakyat Ditegaskan Melengkapi Sekolah Negeri, Sasar Anak Keluarga Rentan

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan program Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga kurang...

Prabowo Apresiasi Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia setelah tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama bagi Merah Putih di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS