Idrus Marham Buka Suara soal Reshuffle: Bukan Ganti Orang, tapi Benahi Kinerja Kabinet Prabowo

Jakarta – Isu perombakan kabinet kembali mencuat, namun Idrus Marham menilai persoalan utama pemerintahan saat ini bukan terletak pada pergantian figur semata. Ia menegaskan, yang lebih penting adalah memastikan kinerja kabinet berjalan optimal sesuai arah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Menurut Idrus, Presiden telah meletakkan lima fondasi utama sebagai pijakan kebijakan nasional. Pertama, pembangunan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dengan Pancasila sebagai pedoman utama. Kedua, Indonesia dipandang sebagai “rumah besar bersama” yang harus dijaga secara kolektif oleh seluruh elemen bangsa.

Ketiga, pembangunan harus berpijak pada realitas kemajemukan Indonesia, sehingga persatuan menjadi kunci utama. Keempat, Presiden telah menetapkan agenda strategis seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi sumber daya alam, serta kesinambungan pembangunan. Kelima, pembentukan Kabinet Merah Putih dimaksudkan sebagai tim kerja solid untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam kebijakan konkret.

Sejalan dengan itu, Idrus menilai tuntutan agar presiden mundur tidak tepat sasaran. Ia menegaskan persoalan lebih banyak berada pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.

“Tidaklah bijaksana apabila secara serta-merta muncul suara-suara yang meminta presiden turun. Masalahnya bukan pada presiden, tetapi pada pembantu-pembantunya,” ujar Idrus, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, reshuffle bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan koordinasi, serta memastikan efektivitas program pemerintah.

“Kita mafhum bahwa pemikiran yang berkait dengan isu reshuffle juga tak bisa dipisahkan dari menguatnya harapan dan kepercayaan publik pada efektivitas kepemimpinan Presiden Prabowo,” imbuhnya.

Menurutnya, perombakan kabinet yang tepat dapat menjadi energi baru bagi pemerintah dalam merespons dinamika ekonomi, sosial, dan politik.

“Karena bagaimana pun reshuffle yang tepat, bisa menjadi energi baru bagi penyesuaian strategi pemerintahan agar lebih responsif terhadap situasi ekonomi, sosial, maupun politik,” lanjutnya.

Idrus pun menekankan pentingnya revitalisasi kabinet agar program prioritas, termasuk agenda Asta Cita, dapat berjalan lebih optimal.

“Oleh karena itu yang perlu kita dorong adalah bagaimana presiden melakukan revitalisasi pembantu-pembantunya untuk memastikan adanya akselerasi kinerja kabinet yang lebih efektif,” katanya.

Ia juga mengajak publik memberikan masukan secara objektif agar pemerintahan berjalan lebih solid dan responsif. Menurutnya, evaluasi kinerja merupakan hal yang wajar dalam sistem presidensial, termasuk melalui reshuffle.

“Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan reshuffle akan dilakukan. Namun bagi Idrus, yang terpenting bukanlah waktunya, melainkan hasil akhirnya—yakni terciptanya kabinet yang lebih efektif dalam menjawab tantangan nasional dan global.

Berita Lainnya

Kemarau Meluas, Kementerian PU Tangani 3.288 Lokasi dan Salurkan 48,9 Juta Liter...

Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Penanganan dilakukan dengan menyasar kebutuhan air untuk pertanian...

Sekolah Rakyat Ditegaskan Melengkapi Sekolah Negeri, Sasar Anak Keluarga Rentan

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan program Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga kurang...

Prabowo Apresiasi Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia setelah tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama bagi Merah Putih di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS