Jakarta – Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung api tersebut dari Level 2 atau Waspada menjadi Level 3 atau Siaga.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan peningkatan status Sinabung menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung.
“PVMBG telah meningkatkan statusnya menjadi Level 3 atau Level Siaga dari Waspada,” ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Dampak peningkatan aktivitas tersebut membuat ratusan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk menghindari potensi bahaya. Hingga kini, tercatat 208 kepala keluarga atau 615 jiwa telah mengungsi.
Para pengungsi sementara ditempatkan di Pos Pengungsian Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Pemerintah juga mulai memastikan kebutuhan dasar para warga terdampak terpenuhi.
BNPB telah mengerahkan tim ke lokasi untuk mendukung proses penanganan sekaligus menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang mengungsi.
“Tim kami juga sudah tiba di sana dengan tentu mengarahkan dan menyerahkan berbagai bantuan, seperti matras, selimut, paket sembako, masker, dan hygiene kit,” katanya.
BNPB meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi peningkatan status Gunung Sinabung. Warga di sekitar kawasan diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan kewaspadaan.
Selain itu, masyarakat diminta mengikuti seluruh petunjuk yang dikeluarkan pemerintah maupun instansi terkait dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.
“Dan kami meminta agar warga tetap tenang, namun tetap waspada, mengikuti imbauan-imbauan yang disampaikan oleh instansi terkait, dan tentu mengakses informasi dari pihak yang berwenang,” ucap Berton.
