Jakarta – Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2026 mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara” dan dijadikan sebagai momentum mempertegas kepedulian sosial dalam bingkai karakter kebangsaan. Tahun ini, perayaan tidak hanya berfokus pada pertunjukan budaya, tetapi juga dirancang menghadirkan program sosial yang mendorong semangat gotong royong dan solidaritas lintas masyarakat.
Imlek Nasional 2026 digelar melalui kolaborasi sejumlah kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut dibangun agar perayaan budaya tidak berhenti pada seremoni, melainkan mampu memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.
Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini menonjolkan keberagaman tradisi Imlek yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia.
“Imlek Festival tahun ini menjadi momentum untuk menampilkan kekayaan tradisi perayaan Imlek dari berbagai daerah. Selain Singkawang, terdapat pula tradisi perayaan yang berkembang di sejumlah wilayah, seperti Grebeg Sudiro di Surakarta, Cap Go Meh di Palembang, serta perayaan di Manado dan Makassar. Keberagaman tersebut mencerminkan harmoni budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Irene Umar saat kegiatan di Wihara Dharma Jaya Toasebio, Jakarta, dikutip, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, perayaan tahun ini juga diperkuat melalui program bertajuk Gerakan Berbagi Cahaya. Inisiatif tersebut difokuskan pada peningkatan partisipasi sosial masyarakat dengan menekankan penguatan kapasitas serta kesejahteraan secara berkelanjutan.
Program ini diwujudkan melalui berbagai langkah, seperti membuka akses pendidikan vokasi, pengembangan keterampilan berbasis teknologi, serta pemberdayaan sektor ekonomi kreatif. Sasaran program termasuk masyarakat terdampak bencana, dengan harapan mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing.
Tak hanya itu, Gerakan Berbagi Cahaya juga mencakup dukungan terhadap fasilitas penunjang aktivitas produktif masyarakat. Di antaranya penyediaan sarana pendidikan dan pengembangan infrastruktur produktif berbasis energi berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di berbagai daerah.
Aspek ketahanan masyarakat turut diperhatikan melalui penyediaan fasilitas publik sesuai kebutuhan komunitas, seperti akses air bersih serta hunian yang mendukung aktivitas ekonomi keluarga. Upaya tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara berkesinambungan.
Dalam rangka memperkuat jaring pengaman sosial, program ini juga menyalurkan bantuan bagi kelompok rentan, termasuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan gizi, hingga bantuan logistik pada situasi darurat bencana.
Melalui Gerakan Berbagi Cahaya, Imlek Nasional 2026 diharapkan menjadi ruang aktualisasi solidaritas sosial sekaligus mempertegas nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Perayaan ini merefleksikan semangat persatuan dalam keberagaman serta komitmen bersama menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat luas.
