Jakarta – Kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terkait penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online (ojol) mulai dirasakan langsung oleh para mitra pengemudi di daerah.
Sejumlah driver ojol di Solo mengaku menerima BHR dengan nominal yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dinilai cukup membantu kebutuhan keluarga menjelang Idulfitri.
Salah seorang pengemudi senior, Endang Sulastri, yang telah menjadi driver ojol sejak 2017, mengungkapkan, rasa syukurnya atas kebijakan tersebut. Ia mengatakan, tahun ini menerima BHR sebesar Rp150 ribu, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp50 ribu.
“Hati saya senang banget. Tahun lalu saya dapat Rp50 ribu, sekarang Rp150 ribu. Untuk tambah-tambah, pokoknya buat cucu, buat fitrah sedikit-sedikit bisa. Senang banget ini sudah dua kali. Mengucapkan terima kasih ke Pak Prabowo membantu semua ojol, semua masyarakat dibantu semuanya,” ujarnya di Solo, Sabtu, 15 Maret 2026.
Hal serupa disampaikan Bagus Wahyu, pengemudi ojol yang mulai bekerja sejak 2018. Ia mengaku menerima BHR sebesar Rp250 ribu, meningkat lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah senang, untuk orang rumah dan kebutuhan sehari-hari. Terima kasih Pak Prabowo sudah membantu driver ojol di Solo Raya,” kata Bagus.
Pengemudi lainnya, Joko Purwanto, yang telah bekerja sebagai driver ojol sekitar enam tahun, juga menyampaikan rasa syukur setelah menerima BHR sebesar Rp150 ribu.
“BHR alhamdulillah dapat Rp150 ribu. Alhamdulillah senang, bisa buat fitrah ke ponakan-ponakan,” tuturnya.
Sementara itu, Wawan yang juga telah menjadi pengemudi ojol di Solo selama kurang lebih enam tahun mengaku bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya.
“BHR sudah cair, dapat Rp200 ribu karena sempat vakum lama. Senang banget,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa uang tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan anaknya menjelang Lebaran.
“Buat beli makanan anak sama beli baju,” kata Wawan.
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan bahwa BHR tahun ini akan diberikan kepada sekitar 850 ribu mitra pengemudi ojol di seluruh Indonesia. Total anggaran BHR yang disalurkan melalui perusahaan aplikasi juga meningkat signifikan, dari Rp110 miliar pada 2025 menjadi Rp220 miliar pada 2026.
Pemerintah juga meminta perusahaan aplikasi transportasi daring untuk memastikan transparansi dalam proses perhitungan dan penyaluran BHR kepada para mitra pengemudi.





