Bertaruh Nyawa, Petugas SPPG di Pedalaman NTT Harap Dibangun Jembatan

Jakarta – Di tengah banjir Sungai Noelmina akibat hujan berkepanjangan, relawan SPPG Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT bersama warga terpaksa menyeberangi sungai berarus deras demi mengantarkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah yang berada di seberang dapur.

Musim hujan yang melanda wilayah NTT menyebabkan sejumlah sungai meluap, termasuk Sungai Noelmina yang menjadi pemisah antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Luapan sungai ini menghambat penyaluran MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Koa ke sekolah-sekolah, khususnya lima sekolah yang berada di Desa Tuppan, tepat di seberang Desa Koa.

Namun kebutuhan anak-anak sekolah tak bisa menunggu air surut. Dengan peralatan seadanya, relawan MBG dibantu masyarakat setempat bergotong royong menggotong paket-paket MBG menyeberangi sungai yang berarus deras.

Paket MBG diantar dari dapur menggunakan mobil hingga bibir Sungai Noelmina. Selanjutnya, warga mengangkut paket-paket tersebut menyeberang sungai, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan gerobak hingga tiba di sekolah-sekolah penerima manfaat.

Sebanyak 430 paket MBG disalurkan untuk lima sekolah, terdiri dari dua Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Menengah Atas (SMA), dan dua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Sudah tiga hari ini MBG digotong menyeberang sungai karena sungai banjir,” ujar Edigar Noel Alves Boavida, Kepala SPPG Desa Koa, Selasa (20/1).

SPPG Desa Koa yang berada di bawah naungan Yayasan Wadah Titian Harapan saat ini memproduksi MBG untuk 1.384 penerima manfaat, meliputi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berada di tiga desa di Kecamatan Mollo Barat.

Edigar berharap titik tersebut tersentuh pembangunan jembatan dari pemerintah agar distribusi MBG dan aktivitas masyarakat lintas desa dapat berjalan lancar. Pasalnya, jika harus memutar melalui jalur darat, perjalanan bisa memakan waktu tiga hingga empat jam melewati jalan berbatu dengan risiko longsor di kiri dan kanan jalan.

Ia juga berharap Satgas Percepatan Pembangunan Jembatan yang dibentuk Presiden dapat segera bergerak membantu wilayah-wilayah terpencil seperti Desa Koa, yang merupakan daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) di NTT itu .

“Harapan kami, semoga pemerintah bisa membantu membangun jembatan untuk mempermudah pelayanan MBG ke desa seberang,” tutur Edigar.

Sebelumnya, distribusi MBG ke sekolah-sekolah di seberang Sungai Noelmina kerap dihentikan setiap hujan turun dan air sungai meluap karena kendaraan SPPG tidak dapat menyeberang. Namun demi kebutuhan gizi anak-anak, masyarakat sekitar sekolah rela turun tangan, menggotong MBG menembus derasnya arus sungai dan mengantarkannya hingga ke ruang-ruang kelas.

Berita Lainnya

Bonus Demografi Jakarta Capai 71,63 Persen, Rano Karno Soroti Potensi Ekonomi Kreatif

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai Karang Taruna memiliki posisi penting dalam mempersiapkan generasi muda yang produktif, kreatif, serta memiliki kepedulian...

Pilkades Bekasi Usai, 154 Kades Terpilih segera Dilantik 4 November 2026

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menetapkan jadwal pelantikan 154 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 2026 pada 4 November 2026. Jadwal tersebut tercantum...

Lampaui Target 2029! LP2B Nasional Kini Capai 87,63 Persen

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya dalam melindungi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai bagian penting dari upaya...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS