Anak Krakatau Erupsi, BPBD DKI Keluarkan 7 Imbauan untuk Warga

Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

BPBD menyebut intensitas abu vulkanik yang diperkirakan mencapai wilayah Jakarta tergolong tipis. Namun, kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah dan kecepatan angin.

Informasi tersebut mengacu pada pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mendeteksi adanya sebaran abu vulkanik hingga sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah.

“Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah,” kata Marulitua dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, abu vulkanik memiliki karakter berbeda dibandingkan debu biasa. Partikel abu berukuran sangat halus sehingga berpotensi mengganggu saluran pernapasan, mata, hingga kulit, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan.

Karena itu, BPBD DKI mengingatkan warga untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan mengenakan masker medis. Masker kain dinilai kurang maksimal dalam menyaring partikel abu vulkanik.

Selain itu, pintu, jendela, dan ventilasi rumah sebaiknya ditutup ketika kondisi udara di sekitar tempat tinggal terdampak abu. Warga juga diminta mematikan kipas atau pendingin ruangan yang mengambil udara dari luar.

Aktivitas di luar rumah juga perlu dikurangi, terutama bagi bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki asma, penyakit paru, maupun penyakit jantung.

Jika abu vulkanik sudah menumpuk di sekitar rumah, warga diminta membasahinya terlebih dahulu sebelum melakukan pembersihan.

“Abu sebaiknya tidak disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikelnya kembali beterbangan dan terhirup,” kata Marulitua.

BPBD juga meminta masyarakat menutup tempat penyimpanan air dan makanan. Air maupun makanan yang sudah terkena abu vulkanik sebaiknya tidak dikonsumsi.

Warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata yang semakin parah diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.

Untuk kondisi darurat di wilayah Jakarta, masyarakat dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112.

Gunung Anak Krakatau Masih Level III

Marulitua menambahkan, berdasarkan informasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.

Aktivitas erupsi gunung api tersebut tercatat berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026. Hingga Minggu, 6 September 2026, belum ada peningkatan status.

Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memantau perkembangan erupsi dan potensi dampaknya terhadap wilayah Jakarta.

“Jakarta tetap beraktivitas seperti biasa dengan kewaspadaan yang proporsional. Ikuti informasi resmi, lindungi diri dan keluarga, tetap tenang, tetap waspada,” kata Marulitua.

Berita Lainnya

BMKG Pantau Anak Krakatau Real-Time, Warga Diminta Waspada Hoaks

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau setelah erupsi yang terjadi pada Jumat, 4 September 2026. Berdasarkan pemantauan...

CFD Jakarta Dipangkas, Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau

Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mempercepat berakhirnya kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD), Minggu (6/9/2026). Kebijakan tersebut diambil...

Anak Krakatau Erupsi Berjam-jam, Dentuman Terdengar di 3 Provinsi

Jakarta – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat. Erupsi menerus terjadi sejak semalam hingga pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026),...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS