Akses Terbuka Kembali, Desa-desa Terisolasi di Aceh Mulai Bangkit Pascabencana

Jakarta – Sejumlah desa terpencil di Aceh yang sebelumnya terputus akibat banjir dan longsor kini perlahan kembali terhubung. Akses yang sempat lumpuh mulai dibuka, jembatan penghubung berdiri di berbagai titik, dan aktivitas masyarakat kembali berjalan, meski sebagian ruas jalan masih dalam tahap pengerasan.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan keterlibatan aktif Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda yang bergotong royong bersama berbagai unsur terkait. Wilayah yang sebelumnya dipenuhi puing dan material longsoran kini mulai berubah wajah berkat kerja kolektif TNI, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Polri, PLN, serta instansi lainnya.

Bacaan Lainnya

Upaya pemulihan ini mencerminkan bahwa pembangunan pascabencana tidak hanya terfokus pada kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa terpencil yang kerap terisolasi saat bencana terjadi. Masyarakat mulai merasakan dampaknya, dengan terbukanya kembali jalur transportasi, membaiknya mobilitas, serta berputarnya kembali roda perekonomian lokal.

Di Kabupaten Aceh Timur, pembangunan infrastruktur yang menonjol terlihat di Desa Alue Gadeng Dua, Kecamatan Birem Bayeun. Prajurit TNI membangun jembatan aramco yang kini telah rampung dan berfungsi menghubungkan Desa Alue Sentang dengan Desa Alue Gadeng Dua, sekaligus membuka akses menuju jalur lintas Medan–Banda Aceh.

Pembangunan jembatan juga dilakukan di Desa Alue Sentang I yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Desa Alue Gadeng Dua dan langsung tersambung ke jalan nasional. Sementara di Desa Alue Sentang II, jembatan dibangun untuk memperkuat konektivitas antardusun sekaligus mempermudah akses ke jalur utama.

Masih di Aceh Timur, jembatan penghubung turut dibangun di Desa Buket Kuta, Kecamatan Peudawa. Infrastruktur ini mengaitkan Dusun Leupon dengan Simpang Damar di Desa Lhok Lemak, Kecamatan Darul Ihsan, dan menjadi akses vital bagi kegiatan ekonomi serta layanan dasar warga.

Pemulihan akses juga berlangsung di Kabupaten Bener Meriah. Di Kecamatan Permata, ruas Jalan KKA yang menghubungkan Aceh Utara dan Bener Meriah diperkuat melalui pembangunan konektivitas di Desa Burni Pase 3, Burni Pase 4 KM 61, serta Desa Pasar Buntul (KM 45) yang menghubungkan Dusun Mekar Jaya dan Dusun Buntul. Sementara di Kecamatan Bandar, jalur penghubung antardesa dibangun dari Desa Bahgie Bertona menuju Desa Pondok Baru.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, pembangunan akses difokuskan pada desa-desa penghubung antarkampung dan jalur nasional. Di Desa Terban, Kecamatan Karang Baru, jalur penghubung dibangun untuk mengaitkan Desa Tupah dan Desa Terban ke jalan Medan–Banda Aceh. Di Desa Suka Mulia, Kecamatan Rantau, akses antardusun di Dusun Mawar diperkuat guna mempermudah mobilitas warga.

Pembangunan infrastruktur juga menyasar Desa Blangkandis, Kecamatan Bandar Pusaka, yang kini terhubung dengan Dusun Sepakat (Jurung), Desa Batang Ara. Jalur ini menjadi salah satu akses penting bagi warga yang selama ini bergantung pada jalan pedalaman.

Sejumlah titik lain di Aceh Timur turut masuk dalam program pemulihan konektivitas, di antaranya jalur antara Desa Blang Gleum dan Desa Proyek Sosial di Kecamatan Julok, jalur Desa Buket Makmur menuju Desa Paya Pas, serta penghubung Desa Lhok Seuntang dengan Desa Kampung Baru.

Di Kecamatan Indra Makmur, jalur penghubung Desa Alue Itam memperkuat akses menuju Desa Suka Makmur. Sementara di Kecamatan Nurussalam, pembangunan jalur dilakukan untuk menghubungkan Desa Alue Siwah Serdang dengan Desa Gampong Mesjid.

Di Kabupaten Bireuen, pembangunan jalur penghubung juga dilakukan di Desa Batee Raya, Kecamatan Juli, yang mengaitkan wilayah tersebut dengan Desa Seneubok Peuraden. Akses serupa dibangun di Desa Juli Tambo Tanjong menuju Desa Paloh Panyang, Kecamatan Jeumpa, serta di Desa Salah Sirong Jaya yang menghubungkan sejumlah desa di sekitarnya.

Sementara di Aceh Utara, pemulihan akses tercatat di Desa Alue Capli, Kecamatan Seunuddon, yang kini kembali terhubung dengan Desa Ulee Rubek Barat. Pembangunan juga berlangsung di Desa Matang Puntong dan Desa Mesjid Meuraksa, Kecamatan Blang Mangat, termasuk jalur Jembatan Jambo Mesjid yang menjadi akses penting bagi warga.

Pos terkait