Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Kasus ISPA Turun Jadi 1.500 per Hari Usai Hujan

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jumlah kasus harian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami penurunan setelah hujan mulai mengguyur wilayah tersebut.

Budi menyebut, jumlah kasus ISPA harian yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 15.000 kasus kini turun menjadi 1.500 hingga 2.000 kasus per hari.

“Per harinya, puncaknya tuh sempat di 15.000-an. Kemarin sebelum hujan, itu ke 3.000-an per hari. Sekarang angka yang saya lihat karena sudah hujan, itu turun ke sekitar 1.500 sampai 2.000-an,” kata Budi kepada wartawan dikutip, Sabtu 31 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, angka 330.000 kasus ISPA yang beredar merupakan akumulasi kasus, bukan jumlah kasus yang terjadi setiap hari. Karena itu, perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak perlu dilihat berdasarkan data harian.

Selain penurunan kasus ISPA, kualitas udara di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla juga menunjukkan perbaikan. Menurut Budi, kondisi tersebut terlihat dari penurunan indeks standar pencemar udara (ISPU) di sejumlah kabupaten dan kota setelah hujan turun.

Budi mengungkapkan, dari 81 kabupaten/kota yang dipantau sebelumnya, sekitar 50 wilayah tercatat memiliki ISPU kategori hitam, yakni dengan nilai di atas 300.

Namun, kondisi kualitas udara berangsur membaik. Ia menyebut angka ISPU yang sebelumnya berada di kisaran 20 hingga 30 kini telah turun ke angka belasan.

“ISPU-nya juga turun. Sebelumnya dari 81 kabupaten kota, itu 50-an hitam. Hitam tuh di atas 300 ya. Waktu saya datang ke sana, itu masih sekitar 20, 30-an. Sekarang sudah turun ke angka belasan,” ujarnya.

Budi berharap hujan terus turun di wilayah terdampak agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera dipadamkan.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman karhutla di kawasan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat bertahan di lapisan tanah. Oleh sebab itu, curah hujan yang cukup diperlukan agar air meresap hingga ke bagian dalam gambut.

“Karena dengan hujan kita bisa menghilangkan kebakaran karena itu kan ada di dalam gambut ya. Jadi perlu memang airnya tuh masuk sampai ke dalam. Udah doain, mudah-mudahan bisa selesai,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Politikus Gerindra Dukung Mekanisme In Rem dalam RUU Perampasan Aset

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Gerindra, Muhammad Rahul, mendukung penguatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset agar...

3 Gunung Api Masih Siaga, BNPB Ingatkan Ancaman Erupsi hingga Lahar Hujan

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas tiga gunung api di Indonesia yang masih berstatus Level III...

Dari Penerima Bansos Jadi Pelaku Usaha, KDKMP Buka Peluang Ekonomi Produktif

Jakarta - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial. Melalui koperasi, masyarakat tidak hanya...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS