Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan terbuka untuk berdialog dengan partai politik lain terkait tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi sorotan dalam polemik persyaratan pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sikap tersebut disampaikan menyusul rencana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak fraksi-fraksi lain di DPR RI membahas tindak lanjut putusan tersebut.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan partainya siap membuka ruang komunikasi untuk membahas persoalan tersebut bersama pihak-pihak terkait.
Asta Cita Prabowo-Gibran Dinilai Punya Tujuan Baik, Pengamat Dorong Penyempurnaan Pelaksanaan
“Ya, kami membuka ruang untuk dialog. Karena bagaimanapun juga keputusan Mahkamah Konstitusi terang benderang mengingatkan kepada kita bahwa melalui keputusan MK Nomor 90 Tahun 2023 itu adalah upaya sengaja abuse of power, bukan hanya pelanggaran etik, tapi itu adalah suatu bagian dari pelanggaran pidana yang mempergunakan hukum kekuasaan,” kata Hasto kepada wartawan dikutip, Senin (26/10/2026).
Hasto menambahkan, PDIP juga akan mempertimbangkan pandangan para pakar hukum dan guru besar yang telah menyampaikan sikap terkait persoalan tersebut.
“PDI Perjuangan juga mendengarkan masukan-masukan dari para guru besar yang juga sudah menyatakan sikapnya tentang pelanggaran etika yang sangat serius yang justru menjadi beban dari kepemimpinan Presiden Prabowo,” katanya.
Menurut Hasto, pandangan kalangan akademisi, aspirasi masyarakat kritis, serta pertimbangan hukum dalam putusan MK menjadi sejumlah hal yang akan diperhatikan partainya dalam menyikapi polemik tersebut.
Ia menilai persoalan etika dalam kepemimpinan perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin dan kebijakan yang diambil.
“Sehingga ke depan kita bisa mengharapkan bahwa ketika etika dilanggar, maka delegitimasi dari pemimpin itu sudah tidak lagi dimiliki di hadapan seluruh masyarakat Indonesia yang seharusnya menjadi landasan bagi seluruh kebijakan, sikap dari seorang pemimpin,” tutupnya.
