Jakarta – Universitas Nasional (UNAS) mengukuhkan 804 lulusan dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Mengusung tema Generasi Pemimpin Indonesia di Era Disrupsi Global, Memperkuat Demokrasi, Inovasi, dan Ketahanan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, acara ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Wisuda yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (24/10/2026), dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rektor UNAS Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., Duta Besar RI untuk PBB Umar Hadi, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta Kepala LLDikti Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan.
Sebanyak 804 lulusan yang dikukuhkan terdiri atas 684 lulusan sarjana, 107 lulusan magister, dan 13 lulusan doktor dari delapan fakultas dan 35 program studi.
Dalam pembekalannya, AHY mengapresiasi perjalanan historis UNAS yang berdiri sejak 1949 dan telah berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Ia menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia atau human capital merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pada abad ke-21, terutama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Komisi III DPR Apresiasi Penggagalan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun
AHY juga mengajak para lulusan agar tidak gentar menghadapi perubahan pada era disrupsi global. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu mengambil peran melalui kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang berkarakter.
Pendidikan dan Riset Jadi Kunci Kemajuan Bangsa
Selain menekankan pentingnya karakter lulusan, AHY menggarisbawahi peran perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kemajuan negara tidak terlepas dari kualitas pendidikan dan penelitian yang mampu menghasilkan manfaat nyata bagi publik.
Karena itu, UNAS diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan masyarakat. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi daya beli, penciptaan lapangan kerja, penanganan bencana alam, hingga pelestarian lingkungan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dinilai penting agar hasil penelitian tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
UNAS Perkuat Mutu Akademik dan Pendanaan Riset
Sementara itu, Rektor UNAS Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian intelektual dan sosial para lulusan.
Ia juga menyoroti berbagai capaian universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.
Komitmen tersebut, menurut keterangan UNAS, tercermin dari raihan Akreditasi Unggul pada Program Studi Sarjana Manajemen, peningkatan publikasi ilmiah yang terindeks Scopus, serta keberhasilan memperoleh hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Pada 2026, UNAS mencatat perolehan hibah penelitian Kemendiktisaintek senilai Rp2,24 miliar dan pendanaan eksternal lebih dari Rp3,5 miliar.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya universitas dalam memperkuat kualitas akademik, produktivitas penelitian, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Melalui wisuda ini, UNAS berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan berintegritas serta berkontribusi dalam memperkuat demokrasi, ketahanan bangsa, dan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
