Jakarta – Kepala Lembaga Pendidikan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Sugiono berpesan kepada siswa SMA Taruna Nusantara angkatan ke-37 agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, disiplin, dan percaya diri tanpa merendahkan orang lain.
Pesan tersebut disampaikan Sugiono saat menjadi inspektur upacara penutupan kegiatan Penanaman Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan bagi siswa kelas X angkatan ke-37 tahun ajaran 2026–2027, Sabtu (10/10/2026), di Kampus SMA Taruna Nusantara, Magelang.
Dalam amanatnya, Sugiono menekankan bahwa ketangguhan harus berjalan beriringan dengan kerendahan hati serta sikap menghormati sesama.
“Jadilah pribadi-pribadi yang tangguh tanpa angkuh. Jadilah pribadi-pribadi yang kuat tanpa menindas. Jadilah pribadi-pribadi yang percaya diri tanpa merendahkan orang lain,” ucap Sugiono di Kampus SMA Taruna Nusantara Magelang.
Ia mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga sikap rendah hati, termasuk setelah menuntaskan program pembentukan dasar kedisiplinan dan kepemimpinan. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Sugiono juga menyoroti pentingnya kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran diri. Ia menegaskan bahwa siswa seharusnya menjalankan aturan bukan hanya ketika berada di bawah pengawasan atau karena takut menerima hukuman.
Selain disiplin, ia meminta para siswa berani mempertanggungjawabkan tindakan masing-masing. Mereka diharapkan tidak terbiasa mencari alasan ataupun melempar kesalahan kepada orang lain ketika menghadapi persoalan.
Sikap menghormati dan peduli terhadap sesama, tanpa membedakan latar belakang, juga menjadi nilai yang ditekankan Sugiono kepada para siswa.
“Saya ingatkan, ini bukan garis akhir. Ini penanaman dasar-dasar bagi kalian. Ini adalah titik awal untuk membuktikan bahwa nilai-nilai yang telah kalian pelajari benar-benar menjadi bagian dari diri kalian,” ucap Sugiono.
Lebih lanjut, Sugiono menegaskan bahwa lingkungan SMA Taruna Nusantara harus terbebas dari perilaku yang merendahkan martabat orang lain. Ia mengajak seluruh siswa membangun kebersamaan dengan saling menghargai, menguatkan, dan mendukung.
“Hilangkan mentalitas sempit, perilaku-perilaku yang tidak beradab, perilaku-perilaku yang bisa dianggap merendahkan orang lain,” ucap Sugiono.
Ia secara tegas melarang segala bentuk perundungan, kekerasan, intimidasi, penghinaan, maupun tindakan yang mempermalukan siswa lain.
“Tidak boleh ada perundungan atau bullying. Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada intimidasi, tidak boleh ada penghinaan, ataupun tindakan-tindakan lain yang mempermalukan sesama siswa,” lanjutnya.
