Jakarta – Pemerintah mulai menyiapkan langkah pemulihan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kebakaran melanda kawasan tersebut dan berdampak terhadap kehidupan warga serta aktivitas pariwisata.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana turun langsung meninjau kondisi Desa Adat Sade, Selasa (2/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan masa darurat hingga rencana pemulihan berjalan secara terpadu, tanpa menghilangkan nilai budaya dan karakter arsitektur tradisional masyarakat Sasak.
Widiyanti menyampaikan keprihatinannya kepada warga yang terdampak. Menurutnya, rumah adat di Sade memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat tinggal karena berkaitan dengan mata pencaharian sekaligus identitas budaya masyarakat Sasak.
“Hari ini saya datang ke Sade untuk hadir bersama masyarakat dan bertemu langsung dengan mereka, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok,” ujar Widiyanti saat berkunjung ke lokasi.
Data sementara Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, dan Tim Lapangan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok hingga 27 Agustus 2026 menunjukkan kebakaran berdampak terhadap 189 kepala keluarga dan 320 pelaku pariwisata.
Kerusakan tidak hanya menimpa rumah warga. Sebanyak 75 rumah adat, 69 artshop, 8 lumbung alang, satu menara pantau, empat berugak sekenam, enam berugak sakepat, serta satu bale beleq yang berfungsi sebagai museum turut terdampak. Sejumlah fasilitas penunjang lainnya juga mengalami kerusakan.
Pada masa tanggap darurat, Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah, Poltekpar Lombok, BNPB, TNI/Polri, dan PMI bergerak menyalurkan bantuan kebutuhan harian bagi warga. Dapur umum juga dibuka dengan dukungan mahasiswa Poltekpar Lombok.
Pemulihan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah. Bantuan alat tenun diberikan kepada para ibu penenun, sementara pemerintah menyiapkan skema realokasi tempat usaha sementara agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan.
Dukungan juga diberikan melalui trauma healing bagi anak-anak yang terdampak kebakaran. Di sisi lain, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai SOP tanggap darurat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi serupa.
Pemerintah turut menyiapkan pembangunan museum sementara dan masjid. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan pada masa peak season MotoGP di kawasan Mandalika.
Setelah melihat langsung kondisi lapangan, Widiyanti menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pemangku kepentingan pariwisata.
Koordinasi tersebut diarahkan untuk menyatukan langkah pemulihan Desa Adat Sade, sekaligus memastikan penanganannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah menargetkan proses pemulihan tidak hanya menjawab kebutuhan dalam masa darurat, tetapi juga mencakup agenda jangka menengah dan panjang dengan tetap menjaga karakter budaya Sade.
