Megawati Kenang Awal Persahabatan dengan Xanana di Dili

Jakarta – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menghadiri jamuan makan malam dan ramah tamah bersama ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Timor-Leste. Dalam suasana penuh keakraban itu, Megawati mengenang awal persahabatannya dengan Perdana Menteri Timor-Leste Xanana Gusmão yang bermula dari sepucuk surat rahasia saat Xanana masih berada di penjara.

Megawati mengatakan hubungan baiknya dengan Xanana Gusmão dan Presiden José Ramos-Horta telah terjalin sejak lama dan terus terpelihara hingga kini.

“Saya dengan beliau berdua menjadi sahabat lama, dan alhamdulillah mereka berdua masih dapat saya temui dengan sehat hari ini. Dan kami juga berkeinginan untuk kita semua maju bersama,” ujar Megawati dalam keterangan tertulis di Jakarta yang dilansir Antara, Jumat (10/7/2026).

Acara yang berlangsung di Rumah KBRI Dili pada Kamis malam waktu setempat itu juga dihadiri sejumlah warga Timor-Leste yang pernah menjadi pengurus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Timor Timur sebelum referendum tahun 1999.

Dalam sambutannya, Megawati mengaku merasa seperti berada di rumah sendiri saat berada di lingkungan KBRI Dili. Ia berharap kantor perwakilan Indonesia tersebut selalu menjadi tempat yang terbuka dan mengayomi seluruh WNI di Timor-Leste.

Megawati juga mengajak warga Indonesia untuk menjaga nama baik bangsa dan tetap bangga sebagai bagian dari negara kepulauan terbesar di dunia.

Suasana semakin emosional ketika sejumlah mantan pengurus PDI Timor Timur diberi kesempatan menyampaikan kesaksian mengenai pengalaman mereka menjelang referendum 1999.

Martin Anastasio, mantan pengurus PDI Perjuangan Timor Timur periode 1996–2000, mengenang berbagai tekanan politik yang dihadapi pengurus partai saat itu. Meski berada dalam situasi sulit, ia memilih tetap mematuhi aturan organisasi dan arahan pimpinan partai.

“Saya tetap memilih jalan organisasi. Saya lebih rela meminta Mama Megawati harus hadir langsung ke Timor Timur saat itu untuk membantu meneduhkan situasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada,” ungkap Martin.

Kesaksian serupa disampaikan Cesar Aleixo Brandao, mantan Ketua Ranting PDI Perjuangan Kecamatan Atauro. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi berbagai interogasi dan penahanan akibat situasi politik yang memanas menjelang referendum.

“Saya mengalami banyak sekali ujian fisik dan mental saat itu, tapi saya bersyukur karena Tuhan Yang Mahakuasa tetap melindungi saya,” ujar Cesar.

Cesar juga mengenang pertemuan singkat bersama Megawati pada Juli 1999 di kawasan Pantai Farol, Dili. Dalam pertemuan tersebut, menurutnya, Megawati menyampaikan pesan agar menghormati pilihan rakyat Timor Timur apabila memilih merdeka.

“Ibu Megawati berbicara begini: ‘Seandainya kalau masyarakat Timor Timur mau memilih merdeka, kita harus menghormati itu hak-hak mereka.’ Kata-kata Ibu itu yang mengajarkan kami tentang esensi demokrasi dan masih saya simpan di sini,” kata Cesar.

Mendengar berbagai kesaksian tersebut, Megawati mengaku terharu atas ikatan yang masih terjalin dengan para kader lama. Ia kemudian mengumumkan rencana pembentukan Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan di Timor-Leste sebagai wadah komunikasi bagi kader yang menetap di negara tersebut.

Megawati juga merespons usulan pengembangan sektor pariwisata dan perikanan di Pulau Atauro dengan menyatakan akan mengirim Ketua DPP PDI Perjuangan Prof. Dr. Rokhmin Dahuri untuk melakukan kajian dan meninjau potensi ekonomi di wilayah tersebut.

Acara yang diselenggarakan KBRI Dili itu ditutup dengan pekikan “Merdeka!” yang disampaikan Megawati dan dijawab serempak oleh ratusan WNI yang hadir.

Berita Lainnya

BPN Papua Edukasi Sengketa Tanah Lewat Film

Jakarta - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film "Tanah Sengketa" di Kota Jayapura, Kamis (9/7/2026), sebagai...

DPR Targetkan RUU Sisdiknas Disahkan pada 2027

Jakarta - Komisi X DPR RI menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dapat disahkan menjadi undang-undang pada 2027. Regulasi tersebut disiapkan...

Prabowo: Hilirisasi Sawit Harus Sejahterakan Petani

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari kebijakan hilirisasi kelapa sawit seiring peluncuran Program Mandatori...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS