Menteri Nusron dan Dede Yusuf Apresiasi Film Tanah Sengketa

Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf memberikan apresiasi terhadap film terbaru berjudul Tanah Sengketa yang disutradarai oleh Muda Saleh dan Sadly Fafa Rachman. Menurutnya, film tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam memahami berbagai persoalan pertanahan yang kerap menimbulkan kesalahpahaman.

Dede Yusuf menilai, isu pertanahan masih menjadi salah satu persoalan yang banyak ditemui di tengah masyarakat. Karena itu, sambungnya, kehadiran film dengan muatan edukatif dinilai dapat membantu menyampaikan informasi yang benar kepada publik.

“Banyak sekali permasalahan pertanahan yang kami temui, dan mudah-mudahan film ini bisa membantu saya, dan teman-teman untuk menyampaikan peran publik. Karena banyak masyarakat sampai saat ini banyak isu-isu yang satu contoh yang paling sederhana yang mengatakan katanya tanah kalau terlantar diambil negara nah itu orang-orang yang tanahnya cuma dua petak, tiga petak sudah merasa ketakutan nah mudah-mudahan film ini bisa menjelaskan isu-isu seperti itu. Sehingga ini akan lebih mudah untuk bisa menyampaikan kepada publik,” terang Dede Yusuf di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/6/2026) malam.

Pria dengan nama lengkap Dede Yusuf Macan Effendi ini juga mengaku terkesan dengan konsep film tersebut. Menurutnya, film bertema pertanahan umumnya dianggap kurang menarik jika tidak dibumbui unsur hiburan yang kuat.

“Yang kedua salut, karena biasanya kalau film-film seperti ini kalau tidak dibumbui horor tidak dibumbui bisnis percintaan, biasanya orang enggak tertarik nonton. Tapi saya dengar tadi katanya ada hantunya ya akan keluar, ya jadi ini menarik sekali, dan Kerja sama antara Kementerian dengan bagi saya membanggakan karena sebagai urusan film ya kita butuh support dari negara kita butuh untuk meningkatkan film Indonesia,” tuturnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, turut menyambut baik hadirnya film Tanah Sengketa. Ia menilai karya Muda Saleh mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat memiliki nilai edukatif.

“Kebudayaan ini pertama-tama saya apresiasi sekali ini mengangkat masalah isu rel masyarakat yang ada unsur edukatif selama ini, film-film kita itu selalu didominasi dengan unsur-unsur entertainment tanpa ada unsur edukasi. Tetapi dalam film ini saya sudah dapat cerita sinopsisnya tadi, ada dua unsur pertama infotainment ada entertainmentnya yang kedua adalah masyarakat, apalagi yang berkaitan dengan isu-isu fundamental yang memang itu adalah bagian dari hak asasi manusia,” kata Nusron.

Menurutnya, persoalan tanah dan air merupakan aspek mendasar dalam kehidupan manusia sehingga penting untuk dipahami oleh masyarakat luas. Karena itu, ia mendukung upaya penyebarluasan film ini sebagai bagian dari edukasi publik.

“Karena manusia ini pertama kali sumber kehidupan manusia itu kan ada dua tanah dan air, katakanlah kalau petani ada airnya yang masih bisa bercocok tanam. Saya terima kasih sekali film ini harus kita dukung dan nanti kalau perlu kita sosialisasi di bulan September (Hari Agraria Nasional atau HANTARU),” tuturnya.

Musisi Mita The Virgin mengaku bangga ikut bermain di Film Tanah Sengketa. Pasalnya, pemilik nama asli Cameria Happy Pramita ini tampil beda dengan mengenakan hijab, sebuah tantangan yang selama ini selalu ia hindari.

“Apalagi di sini perdana untuk Mita pribadi dikasih tantangan untuk pakai hijab. Jadi buat aku selama ini selalu nolakin ada peran untuk pakai hijab, tapi di film ini nggak tahu kenapa kepengen aja gitu eksplor,” kata Mita.

Mita mengaku sempat ragu saat menerima tawaran tersebut. Ia mengkhawatirkan persepsi masyarakat karena dalam kehidupan sehari-hari dirinya tidak mengenakan kerudung.

“Ya kalau aku deg-degannya karena disuruh pakai hijab aja sih. Soalnya aku takutnya nanti jadi pro-kontra karena kan aslinya aku tidak berhijab. Jadi agak sedikit deg-degan juga,” lanjutnya jujur.

Dalam film ini, Mita memerankan karakter Lina, seorang gadis desa yang memiliki kepribadian lugu. Oleh karena itu, gaya hijab yang ditampilkan pun disesuaikan dengan latar belakang karakternya.

“Lina ini kan sebenarnya gadis desa. Jadi pengennya agak sedikit syar’i-nya mengikuti desa-desa gitu. Agak sedikit lugu ya, nggak yang stylish. Polos, polos,” ungkap rekan duet Dara ini.

Demi mendapatkan penampilan yang pas, Mita dibantu oleh tim kostum yang secara telaten menata hijabnya agar terlihat natural sebagai warga lokal di lokasi syuting.

“Stylist-nya, ya alhamdulillah sih dibantuin juga, ada dari tim wardrobe, sama ada Elvina namanya yang suka pakaikan aku hijab,” tuturnya menambahkan.

Sekadar diketahui, Muda Saleh merupakan Staf Khusus Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dalam film ini, Muda Saleh juga ikut berperan sebagai pria parubaya yang ada di Kampung Degong. Film ini akan ditayangkan di seluruh bioskop pada 25 Juni 2026.

Berita Lainnya

Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong BGN Tambah Konsumsi hingga 3...

Jakarta - Pemerintah mengambil langkah cepat untuk merespons turunnya harga ayam dan telur di tingkat peternak. Salah satu upaya yang ditempuh yakni meningkatkan penyerapan...

Komisi XIII DPR Desak Sinkronisasi Aturan Pendidikan Dokter usai Dugaan Penahanan Sertifikat...

Jakarta - Komisi XIII DPR RI meminta pemerintah segera melakukan harmonisasi dan sinkronisasi regulasi terkait pendidikan kedokteran menyusul munculnya dugaan penahanan sertifikat profesi calon...

Amran Klaim Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Ketergantungan Impor Hanya 5 Persen

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah memenuhi kriteria swasembada pangan sesuai standar yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO)....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS