Jakarta – Warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengaku terharu saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan langsung Museum Ibu Marsinah yang dibangun sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan aktivis buruh tersebut.
Dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang diterima di Jakarta, Sabtu, dua warga Nganjuk bernama Nova dan Annisa mengaku emosional ketika melihat perjuangan Marsinah kini diabadikan melalui sebuah museum yang diresmikan langsung oleh kepala negara.
“Terharu, campur aduklah, sangat terharu. Perjuangannya sampai kayak seperti ini,” ujar Annisa.
“Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” timpal Nova.
Di kesempatan yang sama, teman semasa sekolah dasar Marsinah, Sudarmi, turut mengenang sosok aktivis buruh tersebut sebagai pribadi yang rajin dan suka membantu keluarga sejak kecil.
“Anaknya tuh rajin. Sekolah bareng, itu ya kalau sekolah kan rajin, anaknya ya seneng,” kenang Sudarmi.
Menurut Sudarmi, Marsinah juga dikenal sering membantu neneknya sepulang sekolah. Ia pun merasa bangga sekaligus terharu karena perjuangan sahabat masa kecilnya kini dikenang lewat museum yang diresmikan langsung oleh Presiden.
Museum Marsinah dibangun di atas lahan seluas 938,6 meter persegi yang berada di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lokasi tersebut merupakan tanah kelahiran Marsinah yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun lalu.
Museum itu memiliki dua bangunan utama, yakni gedung museum dan rumah singgah di bagian belakang area. Di dalamnya, tersimpan berbagai koleksi pribadi Marsinah, mulai dari sepeda ontel yang digunakan saat sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga sejumlah piagam penghargaan dari organisasi buruh.
Berbagai barang tersebut menggambarkan perjalanan hidup Marsinah, sejak masa kecilnya di Nganjuk hingga kiprahnya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo yang dikenal memperjuangkan hak-hak pekerja.
