Jakarta – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026), total korban tewas dilaporkan mencapai 15 orang.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Martinus Ginting, membenarkan angka tersebut.
“Iya betul (15 orang tewas dalam kecelakaan tersebut),” katanya.
Saat ini, proses identifikasi korban masih dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Sebanyak 10 jenazah yang berada di RS Polri Kramat Jati masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Rumah Sakit Polri, Prima, menyampaikan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) terus bekerja untuk memastikan identitas para korban.
“Saat ini masih dalam proses,” ucapnya.
Meski identitas belum terungkap, pihak rumah sakit memastikan seluruh jenazah yang diterima berjenis kelamin perempuan. Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh melalui prosedur standar, termasuk pencocokan data antemortem dan postmortem untuk menjamin keakuratan sebelum diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan pihak kepolisian membuka akses bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melakukan pengecekan langsung.
Ia menegaskan, kepolisian turut mendukung seluruh proses penanganan, mulai dari pengamanan lokasi, evakuasi, hingga identifikasi korban.
“Polisi turut mendukung evakuasi, pemulihan, dan pengidentifikasian korban agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan tepat,” katanya.
Hingga kini, identitas 10 korban masih belum dapat dipastikan. Tim DVI terus melakukan pendalaman agar data korban segera dapat disampaikan kepada pihak keluarga.
