Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa rotasi pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan bukan dipicu persoalan internal, melainkan bagian dari dinamika organisasi yang rutin dilakukan.
Menurut Purbaya, pergantian posisi merupakan langkah penyegaran untuk menjaga kinerja institusi tetap optimal.
Uji Bahan Bakar Alternatif “Bobi Bos” Dipercepat, Pemerintah Tekankan Standar dan Keamanan
“Itu saya menjelaskan itu hanya proses biasa. Biasa kita beberapa tahun putar, beberapa tahun putar. Jadi nggak ada ini yang istimewa dari situ,” katanya.
Ia juga membantah spekulasi yang mengaitkan rotasi tersebut dengan dinamika atau isu yang berkembang di ruang publik. Purbaya menekankan bahwa langkah tersebut murni mekanisme internal.
“Sekarang sudah dirapikan, jadi itu yang penting saya akan hilangkan noise semaksimal mungkin dari Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya mencopot dua pejabat eselon I, yakni Febrio Nathan dari posisi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran. Keduanya diberhentikan sejak Selasa, 21 April 2026.
Sebagai langkah sementara, Kementerian Keuangan telah menunjuk pelaksana harian (Plh) untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
“Sudah dikasih Plh sekarang. Sudah dari kemarin sore aktif,” kata Purbaya.
Meski demikian, ia belum menetapkan penugasan baru bagi Febrio maupun Luky. Purbaya menyebut keduanya akan diberikan waktu sebelum ditempatkan kembali sesuai kompetensi.
“Istirahat dulu. Nanti saya cari tempat yang pas buat mereka,” ucapnya.
Selain itu, posisi Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan juga kosong setelah Masyita Crystallin mendapat penugasan baru di PT Danantara Investment Management (Persero).
Purbaya menargetkan nama-nama pejabat definitif akan segera diajukan kepada Presiden dalam waktu dekat.
“Nanti kan sekalian diajukan ke Presiden. Jadi sekaligus mungkin di awal atau pertengahan Mei,” ungkapnya.
