Harga Emas Dunia Melonjak di Tengah Ketegangan Iran-AS, Diplomasi Energi Jadi Sorotan

Jakarta – Harga emas dunia kembali menguat seiring dinamika geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, meskipun proses diplomasi mulai menunjukkan perkembangan.

Berdasarkan data BCA Sekuritas, harga emas naik hingga menyentuh USD 4.812,95 atau melampaui USD 4.810 per ons, setelah sebelumnya sempat terkoreksi 1,1 persen. Sementara itu, harga perak turut menguat 0,6 persen menjadi USD 79,39, sedangkan platinum dan paladium relatif stabil.

Kendati mengalami kenaikan, Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered, Suki Cooper, menilai tingginya biaya pinjaman masih menjadi tekanan bagi emas, mengingat logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.

“Mengingat gencatan senjata yang rapuh dan peralihan fokus pada imbal hasil riil, emas belum sepenuhnya aman, dan kebutuhan likuiditas dapat terus menekan harga lebih lanjut,” tulis Cooper, Kamis (16/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa tarik-menarik antara risiko inflasi dan perlambatan ekonomi membuat pergerakan emas tidak lagi sepenuhnya sejalan dengan aset berisiko.

“Respons kebijakan akan menjadi kunci,” ujarnya.

Di sisi lain, ekonom sekaligus Board of Experts Prasasti, Arcandra Tahar, menekankan pentingnya diplomasi energi dalam menjaga ketahanan nasional, terutama di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, akses terhadap sumber daya energi, khususnya di kawasan Timur Tengah, sering kali bergantung pada hubungan antarnegara.

“Indonesia dapat membangun aliansi politik tingkat tinggi yang memungkinkan akses langsung terhadap aset energi strategis di berbagai negara,” kata Arcandra.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa strategi tersebut perlu dijalankan secara hati-hati, mengingat kompleksitas geopolitik global yang terus berkembang.

“Indonesia perlu memanfaatkan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif untuk menjaga hubungan yang seimbang di tengah rivalitas global serta dinamika sanksi internasional,” tegasnya.

Berita Lainnya

Politikus Gerindra Dukung Mekanisme In Rem dalam RUU Perampasan Aset

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Gerindra, Muhammad Rahul, mendukung penguatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset agar...

3 Gunung Api Masih Siaga, BNPB Ingatkan Ancaman Erupsi hingga Lahar Hujan

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas tiga gunung api di Indonesia yang masih berstatus Level III...

Dari Penerima Bansos Jadi Pelaku Usaha, KDKMP Buka Peluang Ekonomi Produktif

Jakarta - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial. Melalui koperasi, masyarakat tidak hanya...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS